Liputan6.com, Jakarta - Grok AI milik Elon Musk memprediksi harga Bitcoin berpotensi mencapai US$ 150.000 pada kuartal IV 2026. Skenario tersebut berlaku jika pasar kripto memasuki fase bullish penuh sebelum 1 Januari 2027.
Dalam skenario bullish, dikutip dari cryptonews, Selasa (21/9/2026), kisaran harga Bitcoin diperkirakan berada di US$ 135.000-US$ 175.000. Bahkan, jika terjadi lonjakan harga ekstrem di akhir siklus atau blow-off, Bitcoin berpotensi bergerak menuju US$ 200.000 atau lebih.
Advertisement
Dengan harga Bitcoin sekitar US$ 82.000, kenaikan menuju US$ 150.000 berarti lonjakan sekitar 80 persen.
Menariknya, Bitcoin sebelumnya telah mengalami koreksi cukup dalam dari rekor tertinggi pada siklus sebelumnya. Bitcoin sempat mencapai sekitar US$ 126.200 pada 6 Oktober 2025, sebelum mengalami penurunan tajam sepanjang 2026.
Saat ini, Bitcoin telah kembali bergerak di kisaran US$ 80.000.
Secara historis, Bitcoin memang dikenal mampu mencatat kenaikan besar ketika memasuki fase bullish. Data tahunan menunjukkan Bitcoin naik sekitar 154 persen pada 2023 dan 110 persen pada 2024.
Dengan demikian, kenaikan sekitar 80 persen dari US$ 82.000 menuju US$ 150.000 memang signifikan, tetapi masih berada dalam kisaran volatilitas historis Bitcoin.
Apakah Analisis Teknikal Mendukung?
Prediksi kenaikan Bitcoin menuju US$ 150.000 juga mendapat perhatian dari sisi analisis teknikal.
Bitcoin baru-baru ini berhasil keluar dari pola penurunan bertahap yang terbentuk sejak Mei. Aset kripto tersebut juga kembali menembus sejumlah rata-rata pergerakan atau moving average penting.
Analisis teknikal Reuters sebelumnya menempatkan US$ 71.781 sebagai area dukungan penting, sementara US$ 82.793 menjadi level resistensi utama. Jika berhasil melewatinya, target teknikal berikutnya berada di sekitar US$ 90.000 dan US$ 97.867.
CryptoQuant melihat pola yang serupa. Platform tersebut menilai level US$ 81.700 penting karena bertepatan dengan rata-rata pergerakan Bitcoin selama 365 hari.
Di atas level tersebut, area resistensi berikutnya berada di sekitar US$ 84.600 dan US$ 88.700.
Bitcoin kini telah melewati area US$ 82.000-US$ 84.000. Jika penembusan tersebut bertahan, salah satu hambatan teknikal utama menuju level US$ 100.000 dapat teratasi.
Level berikutnya yang menjadi perhatian adalah sekitar US$ 98.000. Setelah itu, Bitcoin akan mendekati rekor tertinggi sekitar US$ 126.200.
Jika Bitcoin mampu menembus US$ 126.000 secara meyakinkan, aset ini akan memasuki fase price discovery, sehingga target psikologis US$ 130.000, US$ 140.000, dan US$ 150.000 berpotensi menjadi perhatian pelaku pasar.