Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada awal sesi perdagangan saham Senin, (21/9/2026). Pergerakan bursa saham Asia itu terjadi di tengah konflik Timur Tengah.
Mengutip CNBC, indeks Kospi naik 0,85%. Indeks Kosdaq bertambah 0,43%. Indeks ASX 200 melemah 0,49%. Sedangkan bursa saham Jepang libur.
Advertisement
Di Amerika Serikat (AS), kontrak berjangka saham AS menguat tipis pada Minggu malam waktu setempat setelah Dow Jones mencatatkan penurunan mingguan selama tiga minggu berturut-turut.
Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing naik 0,23% dan 0,27%. Kontrak berjangka Dow Jones bertambah 0,25%.
Pergerakan ini terjadi setelah ada eskalasi ketegangan terbaru di Timur Tengah selama akhir pekan. Kelompok Houthi yang didukung Iran menyatakan telah menyerang Arab Saudi menggunakan rudal dan drone pada Sabtu. Kemudian pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan warga Amerika Serikat untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke Timur Tengah di tengah saling ancam antara AS dan Iran untuk kembali melancarkan serangan.
Indeks Dow turun 1,7% pekan lalu, mencatatkan kinerja terburuknya sejak bulan Maret. Indeks S&P 500 turun sekitar 0,1%, sedangkan hanya Nasdaq, yang didominasi saham teknologi yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,7%.
Di Asia, indeks Kospi naik 0,85% saat pembukaan, sementara indeks Kosdaq (yang mencakup perusahaan berkapitalisasi pasar kecil) naik 0,43%. Indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, turun 0,49%. Pasar Jepang tutup karena hari libur.
Federal Reserve menaikkan suku bunga pekan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, di tengah upaya AS mengatasi inflasi yang sulit turun dan imbal hasil obligasi yang tinggi. Harga minyak tetap berada di kisaran US$ 100 per barel, dan imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun juga bergerak mendekati level 5%.
Pertemuan Trump-Xi Jinping
Hal ini dapat meningkatkan signifikansi pertemuan puncak penting pekan ini antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang akan membahas masalah tarif, mineral kritis, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta isu-isu ekonomi lainnya. Menteri Keuangan Scott Bessent dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng menjelang kunjungan tersebut.
"Konflik geopolitik yang sama yang memicu kenaikan harga energi juga menjadi faktor yang membuat [Federal Reserve] bersikap hawkish dan menekan perusahaan penyulingan minyak Tiongkok," tulis Ekonom LPL Financial, Jeffrey Roach.
Komite yang dipimpin ketua The Federal Reservee Kevin Warsh mendasarkan prospek inflasi mereka pada asumsi bahwa pasar minyak akan kembali stabil, dan perhitungan fiskal Beijing pun bergantung pada variabel yang sama.