IHSG Sepekan Bakal Dibayangi BI Rate hingga Harga Minyak

Analis memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) relatif terbatas pada pekan ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 September 2026, 06:00 WIB
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan akan bergerak di kisaran 6.362 dan level resistance 6.570. Sejumlah sentimen akan membayangi IHSG sepekan, salah satunya pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mengenai suku bunga acuan atau BI Rate.

“Sepekan ke depan, kami memperkirakan pergerakan IHSG akan relatif terbatas dengan support 6.362 dan level resistance 6.570,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana saat dihubungi Liputan6.com, ditulis Senin, (21/9/2026).

Sejumlah sentimen yang akan pengaruhi IHSG, antara lain, RDG BI pada 22-23 September 2026 yang diperkirakan secara konsensus masih akan mempertahankan BI Rate pada 5,75%. “Namun, demikian pasar masih akan mencermati guindace dan outlook BI ke depannya,” ujar Herditya.

Selain itu, Ia menuturkan, the Federal Reserve masih akan cenderung higher for longer ke depan yang diperkirakan mengetatkan kebijakan secara global. “Pasar masih mencermati akan harga minyak mentah karena ada risiko supply distruption yang diperkirakan belum selesai karena gangguan di Selat Hormuz,” kata Herditya.

Untuk saham yang dapat dicermati sepekan ini, Herditya memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), dann PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).

Pada 14-18 September 2026, IHSG turun 1,53% sehingga ditutup ke posisi 6.441,15 pada pekan lalu di posisi 6.541,37. Kapitalisasi pasar BEI terperosok 1,58% menjadi Rp 11.266 triliun dari pekan lalu Rp 11.446 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data BEI, rata-rata nilai transaksi harian susut 6,95% menajdi Rp 15,22 triliun dari pekan lalu Rp 16,36 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 14,73% menjadi 1,89 juta kali transaksi dari 2,22 juta kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian BEI terpangkas 20,71% menjadi 28,61 miliar saham dari 36,09 miliar saham pada pekan lalu.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 18 September 2026

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham Jumat (18/9/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah dan mayoritas sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,33% menjadi 6.441,15. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,25% menjadi 640,24. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.521,02 dan level terendah 6.419,49. Sebanyak 442 saham melemah sehingga bebani IHSG. 204 saham menguat dan 144 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.919.522 kali dengan volume perdagangan saham 32,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.736.

Dari 11 sektor saham, sektor saham teknologi naik 0,27%. Sektor saham industri terpangkas 1,64%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti merosot 1,44%, sektor saham kesehatan susut 1,12%.

Sektor saham energi terperosok 0,51%, sektor saham basic melemah 0,18%, dan sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,85%. Lalu sektor saham consumer siklikal turun 0,16%, sektor saham keuangan tergelincir 0,93%. Selanjutnya sektor saham infrastruktur turun 0,82% dan sektor saham transportasi merosot 0,91%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya