Persebaya Gagal Kalahkan Garudayaksa FC, Bernardo Tavares Sesalkan Ini

Persebaya Surabaya ditahan 1-1 oleh Garudayaksa FC di GBT. Bernardo Tavares menilai satu kesalahan antisipasi bola mati jadi penyebab hilangnya tiga poin.

oleh Aditya WanyDiterbitkan 19 September 2026, 22:24 WIB
Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya. (Dok. ileague.id)

Liputan6.com, Surabaya - Persebaya Surabaya kehilangan kesempatan mengamankan kemenangan setelah kebobolan pada menit-menit akhir. Pelatih Bernardo Tavares menyoroti satu kesalahan dalam menghadapi situasi bola mati yang membuat keunggulan timnya sirna.

Laga pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (19/9/2026), berakhir 1-1 antara Bajul Ijo dan Garudayaksa FC.

Persebaya sempat memimpin lewat gol Alex Martins pada menit ke-85, namun Al Hamra Hehanussa menyamakan skor empat menit berselang. Tavares menyebut skema tendangan sudut pendek lawan menemukan celah di lini belakang timnya.

"Kami kebobolan melalui skema bola mati, pada tendangan sudut pendek garis pertahanan tidak naik, tetap sejajar, padahal kami perlu menyerang pemain yang membawa bola dengan lebih agresif," kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.


Peluang Banyak, Skor Buyar di Ujung Laga

Pemain Garudayaksa FC, Andik Vermansah, saat menghadapi Persebaya Surabaya di BRI Super League 2026/2027, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Garudayaksa FC)

Menurut Tavares, ruang yang tercipta dari momen bola mati tersebut dimanfaatkan Garudayaksa untuk melepaskan umpan ke tiang jauh yang berujung gol penyeimbang.

Ia menambahkan, Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mengunci tiga poin. Sepanjang pertandingan, tim tuan rumah mencatatkan percobaan tembakan dan jumlah sepak pojok yang lebih banyak dibanding lawan.

"Menurut saya hari ini kami menciptakan cukup peluang untuk meraih tiga poin, tetapi sayangnya gagal," ucapnya.

Skor yang buyar jelang bubar membuat ruang ganti Persebaya diliputi kekecewaan. Tavares menilai timnya hanya butuh beberapa menit lagi untuk menjaga skor 1-0 hingga peluit akhir.

"Saya sangat frustrasi karena kami tidak bisa mengumpulkan tiga poin seperti yang kami inginkan, tetapi inilah sepak bola," ujarnya.


Rotasi Terganggu, Kesempatan untuk Saddil

Di luar aspek teknis, Tavares juga menghadapi keterbatasan ketersediaan pemain. Beberapa penggawa tidak dapat dimainkan sehingga opsi rotasi menjadi sempit.

Kondisi tersebut sekaligus membuka jalan bagi pemain yang sebelumnya belum tampil reguler. Salah satunya adalah Saddil Ramdani yang mendapat kesempatan tampil.

"Mereka bukan mesin, mereka tidak bisa bermain penuh 90 menit," ujarnya

Menurut Tavares, komposisi skuad yang dalam sangat dibutuhkan untuk melewati perjalanan kompetisi yang panjang. Perubahan kondisi fisik, cedera, hingga performa bisa terjadi dari satu laga ke laga berikutnya.

"Persebaya merekrut lebih dari 11 pemain karena terkadang ada pemain yang tampil di bawah standar, ada yang cedera, dan kami perlu membangun skuad dan tim dengan segala kondisi ini," tuturnya.


Evaluasi Jelang Jeda FIFA Matchday

Situasi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Persebaya, terutama dalam menjaga konsentrasi saat menghadapi bola mati agar tidak kembali kecolongan pada momen krusial.

Di sisi lain, penyelesaian akhir juga perlu dibenahi karena sejumlah peluang yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi kemenangan.

Kapten tim, Toni Firmansyah, menyampaikan permintaan maaf kepada Bonek dan Bonita dan memastikan tim akan melakukan evaluasi menyeluruh.

"Ini hasil yang tidak kita inginkan pada sore hari ini, tetapi kami akan kerja keras dan memperbaiki di pertandingan selanjutnya," kata Toni.

Persebaya memiliki waktu sekitar dua pekan untuk berbenah. Kompetisi BRI Super League akan jeda karena FIFA Matchday hingga sekitar awal Oktober.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya