Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) menyerahkan piagam penghargaan kepada LG CNS, atas kontribusinya dalam mengimplementasikan serta menyediakan dukungan teknis dan operasional yang berkelanjutan bagi sistem Coretax.
"Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas keberhasilan implementasi Coretax, tetapi juga atas kolaborasi erat kami dengan DJP dalam memastikan operasional sistem berjalan secara stabil," ujar Senior Vice President sekaligus Head of Digital Business Unit LG CNS, Kim Hong-geun, dikutip Minggu (20/9/2026).
Advertisement
LG CNS membangun sistem Coretax melalui konsorsium bersama perusahaan IT asal Austria, Qualysoft GmbH. Proyek pengerjaan sistem selesai pada Desember 2024, yang kemudian dilanjutkan dengan masa pemeliharaan, operasional, dan stabilisasi bersama DJP hingga Maret 2026.
Ketika DJP mengambil alih pengelolaan operasional penuh pada April 2026, LG CNS tetap dipercaya mengawal infrastruktur inti sistem, termasuk basis data, melalui kontrak pemeliharaan berkala.
Kemitraan ini menegaskan posisi LG CNS sebagai penyedia solusi teknologi jangka panjang dalam mendukung keandalan sistem administrasi perpajakan nasional.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto turut menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan LG CNS dalam membangun platform Coretax.
"Kami berharap kemitraan antara DJP dan LG CNS dapat terus berlanjut dengan senantiasa mengedepankan prinsip profesionalisme dan saling menghormati," tuturnya.
Pondasi Digitalisasi Perpajakan dan Penerimaan Negara
Coretax merupakan sistem administrasi perpajakan generasi baru yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital sektor publik di Indonesia.
Sistem ini mengintegrasikan seluruh layanan perpajakan yang sebelumnya terpisah--mulai dari pendaftaran Wajib Pajak, pelaporan, pembayaran, restitusi, pemeriksaan, hingga penagihan--ke dalam satu platform terpadu.
Langkah modernisasi ini bertujuan menyederhanakan birokrasi, meningkatkan kenyamanan layanan bagi masyarakat, serta membangun tata kelola perpajakan berbasis data guna memperkuat fondasi fiskal negara.
Seiring bertransisi ke sistem baru, penerimaan pajak nasional mencatatkan tren positif. Data Kemenkeu dan DJP mencatat penerimaan pajak pada Semester I-2026 menembus Rp 1.035,7 triliun, atau melonjak 24,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatkan realisasi jenis pajak utama, seperti PPh Badan, PPh Orang Pribadi, dan PPN. Pemulihan aktivitas ekonomi, peningkatan kepatuhan Wajib Pajak, serta penguatan administrasi melalui hadirnya Coretax menjadi faktor kunci di balik capaian tersebut.
Perluas Ekspansi Infrastruktur Digital di Indonesia
Pengalaman LG CNS dalam mengawal digitalisasi pemerintahan (e-government) di Indonesia telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, termasuk menjalin kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kementerian Keuangan.
Selain sistem Coretax, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini juga memperkuat rekam jejaknya lewat proyek infrastruktur bernilai KRW 100 miliar (sekitar Rp 1,3 triliun) untuk membangun pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI data center) di Jakarta.
Lewat portofolio tersebut, LG CNS menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra utama transformasi digital, baik di sektor pemerintahan maupun industri nasional.