Dipermalukan Brentford, Xabi Alonso Catat Rekor Buruk Bersama Chelsea

Xabi Alonso mencatat rekor buruk bersama Chelsea setelah kebobolan 12 gol dalam lima laga Liga Inggris. Masalah pertahanan The Blues terus berlanjut.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 September 2026, 18:36 WIB
Manajer Chelsea, Xabi Alonso, berteriak dari pinggir lapangan saat pertandingan melawan Brentford pada lanjutan Liga Inggris 2026/2027 di Gtech Community Stadium, pada Sabtu (18/9/2026). (Glyn Kirk/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Xabi Alonso mencatat rekor yang tidak diinginkan setelah Chelsea kalah 0-3 dari Brentford pada Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Alonso menjadi manajer keenam dalam sejarah Liga Inggris yang timnya kebobolan setidaknya dua gol dalam lima pertandingan pertamanya.

Chelsea kini telah kemasukan 12 gol dari lima pertandingan Liga Inggris musim ini. Catatan tersebut menjadi rekor pertahanan terburuk di kompetisi hingga memasuki rangkaian pertandingan Sabtu.

Kekalahan dari Brentford juga membuat performa Chelsea pada awal era Alonso mulai mendapat sorotan. Lini depan yang sebelumnya mampu menutupi sejumlah kelemahan kini tidak lagi dapat mengimbangi masalah pertahanan yang muncul sejak awal musim.

Alonso harus mencari solusi setelah pertahanan Chelsea kembali menunjukkan kelemahan di berbagai situasi. Masalah tersebut tidak hanya berkaitan dengan absennya sejumlah pemain, tetapi juga organisasi saat menghadapi bola mati dan transisi permainan.


Xabi Alonso Masuk Daftar Rekor Buruk

Manajer Chelsea, Xabi Alonso, berbicara dalam konferensi pers di Sydney pada 31 Juli 2026. (DAVID GRAY / AFP)

Alonso kini bergabung dengan lima manajer lain yang timnya kebobolan minimal dua gol dalam masing-masing lima pertandingan pertama mereka di Liga Inggris. Dalam daftar tersebut, Terry Connor menjadi manajer dengan jumlah kebobolan terbanyak, yakni 16 gol.

Sammy Lee dan Scott Parker sama-sama mencatat 13 gol kebobolan dalam lima pertandingan pertama. Sementara itu, Alonso dan Slavisa Jokanovic masing-masing telah kemasukan 12 gol, sedangkan Mick McCarthy berada di angka 10 gol.

Masalah Chelsea semakin terlihat ketika mereka menghadapi situasi bola mati. Gol pembuka Jaidon Anthony ke gawang Chelsea menjadi gol keenam yang bersarang melalui situasi bola mati pada musim ini, sekaligus menjadi catatan terbanyak di liga.


Masalah Pertahanan Chelsea Sudah Berlangsung Sejak Awal 2026

Pelatih kepala Chelsea Xabi Alonso, kiri, dan pemain Chelsea Reece James beraksi saat pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Chelsea di London, Minggu, 6 September 2026. (AP Photo/Dave Shopland)

Cedera turut memengaruhi pilihan Alonso di lini pertahanan dan tengah. Moises Caicedo serta Marco Palestra absen karena cedera, sementara Reece James juga tidak tampil ketika Chelsea menghadapi Brentford.

Namun, absennya ketiga pemain tersebut dinilai tidak sepenuhnya menjelaskan buruknya pertahanan Chelsea. Pergantian ke sistem tiga bek juga belum berjalan mulus karena masih menyisakan banyak ruang yang dapat dimanfaatkan lawan.

Persoalan pertahanan Chelsea sebenarnya sudah muncul sebelum Alonso datang. Sejak awal 2026, Chelsea telah kebobolan 43 gol dalam 24 pertandingan Premier League, lebih banyak dibandingkan tim lain, sementara 31 gol di antaranya terjadi dalam 19 laga sebelum Alonso menangani tim.

Lanjut Baca:

Jumlah Kebobolan di Liga Inggris pada 2026 hingga 18 September 2026: Chelsea: 43 gol dari 24 pertandingan Crystal Palace: 42 gol dari 24 pertandingan Newcastle: 39 gol dari 23 pertandingan Tottenham: 39 gol dari 24 pertandingan Burnley: 38 gol dari 19 pertandingan Chelsea sebelumnya mendatangkan Maxence Lacroix dari Crystal Palace untuk memperkuat lini belakang. Namun, kebutuhan akan pemain berpengalaman di sektor pertahanan masih disebut sebagai salah satu persoalan yang perlu dibenahi dalam dua bursa transfer berikutnya. Pada musim panas, Chelsea memang mendatangkan pemain senior seperti Emiliano Martinez yang berusia 34 tahun, Danny Welbeck berusia 35 tahun, dan Jordan Henderson berusia 36 tahun. Kondisi tersebut membuka kemungkinan lini belakang juga mendapatkan sosok berpengalaman, tetapi untuk saat ini Alonso harus segera menemukan solusi untuk menghentikan kebocoran gol. Sumber: FotMob

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya