Penyebab Kebakaran Gunung Kawi Sulit Padam

Area terdampak kebakaran di Gunung Kawi tembus 1.459 hektare

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 19 September 2026, 17:14 WIB
Kebakaran di Gunung Kawi

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Malang, kian ganas. Hingga Jumat malam, gumpalan abu dan kobaran api telah melahap sedikitnya 1.459 hektare lahan. Keganasan si jago merah menuntut pengerahan operasi darat dan udara secara masif di tengah medan pegunungan yang sangat ekstrem.

​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, wilayah terdampak terbagi di dua titik utama: Pos Lapang Merkusi seluas 385 hektare dan dampak terparah berada di Pos Lapang Selorejo yang menghanguskan 1.074 hektare. ​Guna menahan laju kerusakan, tim gabungan lintas unsur bergerak cepat menembus jalur-jalur rawan.

"Upaya pemadaman darat dan water bombing terus kami maksimalkan untuk melokalisasi pergerakan api," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, Sabtu (19/9)2026).

​Perjuangan tim darat di lapangan berlangsung dramatis. Demi menjangkau Puncak Pitrang yang mendominasi titik api, sebanyak 54 personel dari Pos Pantau Keraton harus melakukan long march menembus medan terjal selama lebih dari 13 jam sejak Jumat dini hari.

​Pergerakan ini disokong oleh 43 personel Pos Pantau Merkusi yang dikerahkan ke Puncak Batu Tulis, serta 15 personel Pos Pantau Dalisodo yang bergerak menyisir Puncak Gunung Malang. Total 112 personel dari tiga pos pantau tersebut diterjunkan untuk mengamankan titik-titik krusial, bergabung dengan ratusan personel gabungan dari TNI-Polri, Perhutani, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).

​Meski penetrasi darat terus digenjot, hingga Jumat malam vegetasi di Puncak Pitrang dan Puncak Batu Tulis dilaporkan masih membara.

"Kepulan asap tebal juga terpantau membubung tinggi di Gunung Malang Kucur serta sebelah timur Pos 3 jalur pendakian Buthak-Panderman," paparnya.

​Sebab ketatnya akses geografis, helikopter pemadam milik BPBD Jatim dikerahkan untuk melakukan gempuran udara.

"Sedikitnya 16 kali water bombing telah dilakukan dengan menjatuhkan muatan air ke sejumlah titik kebakaran yang sulit didatangi personel," tambah Purwoto.

​Saat ini, Pos Lapang Merkusi di Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, resmi ditunjuk sebagai Posko Komando Pengendalian Karhutla. "Selain memadamkan kobaran api, tim di lapangan fokus memperkuat sekat bakar (ilaran) guna memutus jalur rambatan api agar tidak merembet ke kawasan hutan lindung lainnya," tambahnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya