Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yakni UBS AG LDN melepas saham CPIN pada 15 September 2026. Aksi ini bertujuan sebagai lindung nilai atas aktivitas perdagangan derivatif.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (19/9/2026), UBS AG LDN melepas 1.192.600 saham CPIN dengan harga saham Rp 3.111 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan saham mencapai Rp 3,71 miliar pada 15 September 2026.
Advertisement
“Tujuan transaksi UBS melepas saham untuk melakukan lindung nilai atas aktivitas perdagangan derivatif, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.
Setelah aksi jual saham CPIN itu, UBS AG LDN memiliki 983.805.847 atau 5,99% saham CPIN. Sebelumnya, UBS AG LDN mengenggam 6,01% saham CPIN atau setara 984.998.447.
Berdasarkan data RTI, harga saham CPIN ditutup naik 0,96% menjadi Rp 3.150 per saham. Harga saham CPIN dibuka naik 20 poin menjadi Rp 3.140 per saham. Harga saham CPIN berada di level tertinggi Rp 3.160 dan terendah Rp 3.090 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 5.205 kali dengan volume perdagangan saham 459.007 saham. Nilai transaksi harian Rp 144 miliar.
Kenaikan harga saham CPIN itu terjadi di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ditutup turun 0,33% menjadi 6.441,15. Indeks saham LQ45 tergelincir 1,25% menjadi 640,24. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Menjelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.521,02 dan level terendah 6.419,49. Sebanyak 442 saham melemah sehingga bebani IHSG. 204 saham menguat dan 144 saham diam di tempat.
Sektor Saham
Total frekuensi perdagangan saham 1.919.522 kali dengan volume perdagangan saham 32,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.736.
Dari 11 sektor saham, sektor saham teknologi naik 0,27%. Sektor saham industri terpangkas 1,64%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti merosot 1,44%, sektor saham kesehatan susut 1,12%.
Sektor saham energi terperosok 0,51%, sektor saham basic melemah 0,18%, dan sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 0,85%. Lalu sektor saham consumer siklikal turun 0,16%, sektor saham keuangan tergelincir 0,93%. Selanjutnya sektor saham infrastruktur turun 0,82% dan sektor saham transportasi merosot 0,91%.