Lubang Bekas Perbaikan Jalan di Way Kanan Picu Kecelakaan

Setidaknya 10 pengendara kecelakaan akibat lubang tersebut.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 18 September 2026, 22:17 WIB
Pengendara mengalami kecelakaan akibat lubang bekas perbaikan jalan. (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Lubang bekas perbaikan jalan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kampung Umpu Kencana, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Lampung, kembali memakan korban.

Sedikitnya 10 pengendara mengalami kecelakaan di lokasi tersebut. Terbaru, seorang tenaga kesehatan RSUD Zainal Abidin Pagar Alam menjadi korban saat hendak berangkat bekerja, Jumat (18/9/2026).

Tenaga kesehatan tersebut, Imam Wahidin Munthe, mengatakan kecelakaan terjadi pukul 20.10 WIB. Saat itu, ia melintas menggunakan sepeda motor di ruas Jalinsum kawasan SP3 Kampung Umpu Kencana.

"Saya berangkat kerja sekitar jam 8 (malam). Kemudian mengalami kecelakaan sekitar pukul 20.10 WIB di Jalan Lintas Sumatera SP3, Kampung Umpu Kencana," kata Imam kepada Liputan6.com.

Akibat kecelakaan itu, Imam mengalami sejumlah luka lecet. Luka tersebut terdapat pada lengan kanan, kaki dan telapak tangan kiri. Sepeda motor yang dikendarainya juga mengalami kerusakan.

Imam menyebut dirinya merupakan korban ke-10 akibat lubang bekas pekerjaan jalan tersebut.

"Harapannya, saat digali, lubang ini harus segera diperbaiki, jangan dibiarkan. Karena sudah memakan korban, saya yang ke-10," jelasnya.

Menurut Imam, informasi yang diterimanya dari warga sekitar menyebut sejumlah korban sebelumnya mengalami luka cukup serius.

"Bahkan, sebelum saya ini, ada korban yang harus mendapat perawatan lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung," tuturnya.

Warga Sebut Kecelakaan Berulang

Keluhan serupa disampaikan Simatupang, warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ia mengatakan kecelakaan di sekitar lubang tersebut sudah berulang kali terjadi.

"Sering terjadi. Ini yang ke-10 orang, motor yang jatuh di sini," kata Simatupang.

Menurut dia, lubang tersebut sudah berada di badan jalan selama hampir sepekan. Kondisinya dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari.

"Seminggu. Hampir seminggulah," ujarnya.

Simatupang juga menyebut sejumlah kecelakaan sebelumnya mengakibatkan korban mengalami luka parah. Salah satu kecelakaan serius disebut terjadi sekitar tiga hari sebelum kejadian yang dialami Imam.

"Ada yang parah mengalami, ada yang sampai keluar darah dari telinga," katanya.

Kondisi tersebut membuat warga berinisiatif memasang tanda peringatan di sekitar lubang untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Simatupang mengaku memasang rambu secara mandiri hampir setiap hari. Namun, rambu tersebut kerap tersenggol kendaraan yang melintas sehingga kembali bergeser atau rusak.

"Iya, tiap hari saya bikin, tapi terlalu disenggol mobil," tuturnya.

Ia berharap pihak yang melakukan pekerjaan jalan tidak meninggalkan lubang tanpa pengamanan dan segera menyelesaikan perbaikan.

"Kalau gali jalan bikin tandanya. Jangan asal dikorek-korek saja, ditinggal begitu saja. Bikin korban yang lain," tandasnya.

Warga berharap lubang tersebut segera ditutup dan diberi tanda peringatan yang jelas sehingga tidak kembali menimbulkan korban kecelakaan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya