Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di sejumlah wilayah di Kota Batam, Kepulauan Riau, Sedikitnya tiga titik api terpantau di kawasan Galang hingga Sei Beduk. Petugas gabungan masih melakukan pemantauan karena di sejumlah lokasi ditemukan bara dan kepulan asap.
Di kawasan Sembulang Hulu, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, kebakaran terjadi pukul 19.00 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare. Petugas Polsek Galang bersama pemadam kebakaran, Manggala Agni, aparatur desa dan masyarakat langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan.
Advertisement
Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan pemadam serta perlengkapan manual. Api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 20.50 WIB, Kamis (17/9/2026).
Sementara di wilayah Tembesi Lama, RT 03 RW 02, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, proses pemadaman berlangsung lebih panjang. Pemantauan dilakukan sejak pukul 06.30 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Petugas masih menemukan bara api dan kepulan asap di beberapa titik sehingga pemadaman dilakukan secara berkelanjutan. Dari hasil pemantauan, terdapat tiga titik kebakaran.
Titik di Tembesi Lama berhasil dipadamkan, sedangkan dua titik lainnya berada di sekitar Muka Kuning atau kawasan Dormitori dan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk.
"Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan titik api yang sulit dijangkau akibat kondisi medan dan keterbatasan sumber air," Kata Kapolres Kombespol Agoro Wicaksono, Jumat (18/9/2026).
Api di Tembesi Lama berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB. Namun, petugas masih melihat nyala api di dua lokasi lainnya.
Berdasarkan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemadaman lanjutan dijadwalkan dilakukan Jumat (18/9/2026) melalui akses wilayah Mangsang.
Pemilihan akses tersebut mempertimbangkan jarak lokasi, kondisi medan serta ketersediaan sumber air. Selain melakukan pemadaman, polisi juga melakukan pendataan saksi dan dokumentasi di lokasi kebakaran. Langkah tersebut dilakukan untuk menelusuri penyebab munculnya kebakaran.
"Penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga mencakup langkah-langkah penyelidikan melalui pendataan saksi, dokumentasi lokasi kejadian, serta pelaporan berjenjang kepada pimpinan guna mengetahui penyebab terjadinya kebakaran," ucapanya.
Dalam penanganan di Sembulang, pemadaman dipimpin Kanit Reskrim Polsek Galang Iptu Doni bersama enam personel. Mereka dibantu 16 aparatur desa dan masyarakat setempat.
Sementara penanganan di Sagulung melibatkan personel Polsek Sagulung, Dit Samapta Polda Kepri, Koramil 02 Sekupang, KLHK, Pemadam Kebakaran Pemko Batam serta unsur masyarakat.
Polresta Barelang mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api melalui layanan Polisi 110 yang dapat diakses gratis selama 24 jam.