Liputan6.com, Jakarta - PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ), perusahaan bergerak di industri makanan dan minuman akan menggelar penambahan modal hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV atau rights issue. Dana rights issue itu akan dipakai perseroan untuk mengambilalih saham PT Frisian Flag Indonesia (FFI).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/9/2026), perseroan menyebutkan rencana rights issue akan digunakan untuk mengambilalih seluruh saham FFI dari pemegang saham FFI. Hal ini dilakukan melalui penyetoran 100% saham FFI oleh pemegang saham FFI ke dalam perseroan sebagai setoran modal ke dalam perseroan dalam bentuk lain selain uang (inbreng) dalam rangka pelaksanaan rights issue (rencana inbreng).
Advertisement
Setelah dilakukan rencana transaksi akan terjadi perubahan pengendalian atas perseroan di mana FrieslandCampina Internatonal Holding BV (FCIH) akan menjadi pengendali baru atas perseroan yang berlaku efektif sejak rencana inbreng diselesaikan.
Oleh karenanya, FCIH akan melakukan penawaran tender wajib atas sisa saham perseroan yang dimiliki pemegang saham publik. Hal ini sesuai ketentuan yang diatur dalam POJK Nomor 9/2018.
Seiring aksi rights issue, perseroan akan menerbitkan saham maksimal 7.878.669.985 saham baru dari simpanan perseroan dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham baru. Target dana yang akan dibidik dari rights issue sebesar Rp 16,93 triliun.
Seiring pelaksanaan rights issue ini antara lain:
1.Sabana Prawirawidjaja (SPW), pemegang saham utama sekaligus pemegang saham pengendali perseroan, yang memiliki 5.528.219.300 saham atau 53,17% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan sebelum rights issue IV berhak atas 4.188.717.215 HMETD.
2.PT Prawirawidjaja Prakarsa (PPP), pemegang saham utama perseroan yang memiliki 2.472.304.260 saham atau 23,78% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan sebelumnya rights issue berhak atas 1.873.258.431 HMETD.
3. Samudera Prawirawidjaja (SAP), pemegang saham perseroan yang memiliki 375.000.000 saham atau 3,61% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan sebelum rights issue IV, berhak atas 284.136.513 HMETD.
4. Suhendra Prawirawidjaja (SUP), selaku pemegang saham perseroan yang memiliki 157.710.360 saham atau 1,52% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan sebelum rights issue berhak atas 119.496.724 HMETD.
5.Nila S (NIS), pemegang saham perseroan yang memiliki 375.000.000 saham atau 3,61% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetpr penuh perseroan sebelum rights issue IV berhak atas 284.136.513 HMETD.
6.Lili Melati (LIM), pemegang saham perseroan yang memiliki 35.630.000 saham atau 0,34% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan sebelum rights issue IV, berhak atas 26.996.757 HMETD.
Alihkan Saham ke FCIH
Perseroan menyebutkan seluruh pemegang saham itu akan mengalihkan seluruh HMETD yang menjadi haknya dengan rincian 5.291.626.319 saham HMETD kepada FCIH. Kemudian sebanyak 1.146.278.726 saham HMETD kepada BWG. Lalu 338.837.106 HMETD kepada BWI.
Atas 5.291.626.319 HMETD yang dialihkan kepada FCIH, FICH akan melaksanakan seluruh HMETD hasil pengalihan dengan menyetor dalam bentuk selain uang (inbreng) berupa 19.084 saham FFI atau setara dengan 78,09% dari modal ditempatkan dan disetor FFI.
Atas 1.146.278.726 HMETD yang dialihkan kepada Blue Waves Group Ventures Pte Ltd (BWG), BWG akan melaksanakan seluruh HMETD hasil pengalihan dengan menyetor dalam bentuk selain uang (inbreng) berupa 4.134 saham FFI atau setara dengan 16,91% dari modal ditempatkan dan disetor FFI.
Selain itu atas 338.837.108 HMETD yang dialihkan kepada PT Bahtera Wiraniaga Internusa (BWI), BWI akan melaksanakan seluruh HMETD hasil pengalihan dengan menyetor dalam bentuk uang (inbreng) berupa 1.222 saham FFI atau setara dengan 5% dari modal ditempatkan dan disetor FFI.
Untuk menghindari keraguan, perseroan akan menerbitkan 6.776.742.153 saham baru yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana inbreng kepada FCIH, BWG dan BWI.
Seiring hal itu, pemegang saham perseroan berhak untuk mendapatkan HMETD dan juga melaksanakan HMETD tersebut, perseroan juga akan menerbitkan saham baru setelah diterimanya pembayaran atas saham baru itu.
Dana Hasil Rights Issue
Perseroan akan memakai dana hasil rights issue antara lain:
1.Sekitar 86,01% akan dipakai untuk pengambilalihan 100% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh FFI atau sejumlah 24.440 lembar saham senilai Rp 14,56 triliun yang pelaksanaannya dilakukan melalui rencana inbreng.
2.Sisanya dalam bentuk penyetoran tunai akan digunakan oleh perseroan sebagai modal kerja termasuk tetapi tidak terbatas untuk beban bahan langsung dan upah langsung, beban pemeliharaan dan perbaikan, serta beban listrik.
Perseroan memprediksim rencana rights issue IV kepada pemegang saham perseroan akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan perseroan antara lain optimalisasi pengelolaan aset yang dapat berdampak positif pada kegiatan operasional perseroan, perbaikan ekuitas, pengembangan bisnis perseroan dan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.
Bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya untuk melaksanakan HMETD akan mengalami penurunan persentase kepemilikan (dilusi) sebesar maksimal 43,11%.
Bentuk Penyetoran Modal
Penyetoran modal atas pelaksanaan HMETD aakan dilaksanakan melalui mekanisme berikut:
1.Atas sejumlah saham baru yang akan diambil bagian oleh pemegang saham FFI dalam rangka rights issue IV, pemegang saham FFI setelah menerima pengalihan HMETD dari SPW, PPP, SAP, SUP, NIS dan LIM akan menyetor saham dalam bentuk lain selain uang atau inbreng atas 24.440 saham atau setara dengan 100% modal ditempatkan dan disetor FFI yang seluruhnya dimiliki oleh pemegang saham FFI.
2.Bagian pelaksanaan HMETD yang berasal dari porsi publik atau masyarakat akan disetor kepada perseroan dalam bentuk tunai.
Objek dan Nilai Rencana Inbreng
Objek rencana inbreng adalah seluruh saham yang telah diterbitkan FFI. Nilai rencana inbreng sebesar Rp 14,56 triliun. Adapun nilai keseluruhan rencana inbreng itu memenuhi batasan nilai transaksi material mencapai 178,42% dari ekuritas perseroan. Seiring hal itu, perseroan telah menunjuk KJPP RHR untuk menentukan nilai wajar dari FFI sebagai objek inbreng dan perseroan serta memberikan pendapat kewajaran atas rencana inbreng.
Perseroan meyakini pengambilalihan seluruh saham FFI merupakan suatu peluang yang diharapkan dapat mendukung kapabilitas operasional dan keuangan Perseroan, memperluas penawaran produk, mendukung pertumbuhan di masa depan, serta memberikan kontribusi terhadap penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan maupun pemegang saham.
Pengambilalihan FFI oleh Perseroan diharapkan dapat mempertemukan kapabilitas yang saling melengkapi dalam industri susu Indonesia.
Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Adapun rencana inbreng termasuk rencana memasukkan aset atau kekayaan ke dalam suatu perusahaan sebagai setoran modal. Inbreng ini berarti aset milik seseorang, perusahaan atau negara dialihkan menjadi modal perusahaan. Sebagai imbalannya pihak yang menyetor aset itu bisa mendapatkan saham perusahaan.