HSBC Indonesia Luncurkan Reksa Dana Syariah Berbasis Emas, Minimal Investasi US$ 10.000

HSBC Indonesia menghadirkan Batavia Gold Sharia Equity USD, reksa dana syariah yang memberi eksposur ke saham tambang emas global.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 September 2026, 16:35 WIB
Pekerja mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. HSBC Indonesia memperkuat wealth management dengan reksa dana syariah. (KLY/ Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank HSBC Indonesia memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management dengan menghadirkan produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD.

Produk yang dikelola PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) ini merupakan reksa dana saham berbasis prinsip syariah. Investasinya berfokus pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia di berbagai negara.

Reksa dana tersebut juga memiliki fleksibilitas untuk berinvestasi pada perusahaan dengan beragam kapitalisasi pasar. Kehadirannya menjadi salah satu pilihan bagi nasabah yang ingin mendapatkan eksposur terhadap industri emas global melalui instrumen pasar modal.

HSBC melihat emas masih memiliki prospek positif dalam jangka menengah hingga panjang, meski pergerakan harganya sempat mengalami volatilitas.

Dalam riset Invest with Experts: Our Outlook for Gold Remains Positive Amid Ongoing Geopolitical Conflict, Rodolphe Bohn, FX and Commodities Strategist HSBC Private Bank and Premier Wealth, menilai konflik geopolitik dapat memicu pergerakan harga emas dalam jangka pendek.

Meski demikian, HSBC menilai emas semakin dipandang sebagai bagian strategis dalam diversifikasi portofolio, bukan hanya sebagai aset lindung nilai.

International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, Lanny Hendra mengatakan minat investor terhadap emas terus terlihat.

”Kami melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas. Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi,"jelas dia dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026). 

 

Aset Emas

HSBC Indonesia memperkuat wealth management dengan reksa dana syariah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Minat investor terhadap emas juga tercermin dalam survei HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026. Survei tersebut melibatkan hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global.

Hasil survei menunjukkan emas, baik dalam bentuk fisik maupun digital, menjadi salah satu aset yang banyak dimiliki investor secara global. Kepemilikannya bahkan mencapai 41% di kalangan investor Gen Z.

HSBC juga mencatat 9 dari 10 investor global berencana mempertahankan atau meningkatkan alokasi mereka terhadap emas. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat terhadap aset tersebut dalam survei.

Kepemilikan emas tercatat cukup tinggi di sejumlah negara, antara lain India sebesar 61%, Uni Emirat Arab 49%, dan Tiongkok 49%.

Tren tersebut sejalan dengan pendekatan defend and grow yang diusung HSBC. Dalam strategi ini, investor dapat mengombinasikan aset inti yang relatif stabil dengan aset diversifikasi seperti emas untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Meningkatnya minat terhadap emas juga berpotensi memberikan dampak terhadap saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia.

 

Pembelian Awal US$ 10.000

Kinerja perusahaan tambang emas secara historis memiliki keterkaitan dengan pergerakan harga emas. Ketika harga emas meningkat, pendapatan dan margin perusahaan tambang dapat ikut terdorong.

Namun, pergerakan saham tambang emas tidak selalu mengikuti harga emas secara langsung. Faktor seperti biaya produksi, kondisi operasional, serta strategi dan eksekusi manajemen perusahaan juga dapat memengaruhi kinerja saham.

Lilis Setiadi, Presiden Direktur PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, mengatakan produk tersebut dirancang untuk memberikan akses terhadap industri emas global.

“Seiring meningkatnya peran emas dalam diversifikasi portofolio, Batavia Gold Sharia Equity USD hadir untuk memberikan akses terhadap potensi pertumbuhan industri emas global melalui investasi yang berfokus pada saham perusahaan pertambangan emas yang memiliki fundamental kuat dan prospek jangka panjang.”

Batavia Gold Sharia Equity USD dikelola secara aktif dengan prinsip syariah dan bertujuan memberikan potensi keuntungan kepada pemegang unit melalui instrumen yang sesuai dengan kebijakan investasinya.

Produk ini tersedia bagi nasabah HSBC Indonesia dengan minimal pembelian awal US$ 10.000. Nasabah dapat mengaksesnya melalui aplikasi Mobile Banking HSBC Indonesia maupun cabang HSBC Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya