Volvo Bakal Rilis 13 Model Baru, Mobil Hybrid Jadi Unggulan

Volvo siap menggebrak pasar global lewat peluncuran 13 model baru, memadukan varian EV dan hibrida generasi ketiga.

oleh Muhammad Luthfi Naufal AqilahDiterbitkan 20 September 2026, 08:05 WIB
Foto: Volvo XC90 T8 Long Range (Motor1)

Liputan6.com, Jakarta - Peta persaingan di industri otomotif global sedang berada di titik perubahan besar. Di tengah derasnya arus transisi teknologi dan perubahan tren konsumen, produsen kawakan asal Swedia, Volvo, justru mengambil langkah mengejutkan yang memicu rasa penasaran.

Perusahaan yang berada di bawah naungan Geely Group ini menyiapkan strategi ekspansi masif yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kurun waktu hampir satu abad terakhir.

Dilansir dari Motor1 pada Minggu (20/9/2026), kejutan besar ini mewujud lewat rencana peluncuran 13 model anyar yang siap menggebrak pasar otomotif. 

Menariknya, alih-alih nekat mendorong transisi ke listrik murni (EV), mereka memilih langkah realistis dengan mempertahankan mesin hibrida (plug-in hybrid/PHEV) generasi ketiga demi merangkul para pengendara yang belum siap beralih penuh.

Rencana ekspansi besar-besaran ini dirancang secara spesifik untuk memetakan kebutuhan pasar global lewat integrasi strategi yang terukur. Dengan menyiapkan tujuh model anyar untuk pasar Barat (Eropa dan AS) serta enam model khusus pasar Tiongkok.

Tak hanya itu, eksplorasi desain juga dilakukan melalui pengembangan bodi berpostur rendah dan tinggi yang mengisyaratkan lahirnya sedan serta station wagon baru sebagai suksesor V60 dan V90.

Efisiensi biaya pun dipacu melalui efisiensi arsitektur SPA2 dan SPA3 untuk wilayah Barat, serta berbagi platform dengan Geely di Tiongkok demi mencatatkan kesamaan komponen hingga 30 persen.

Menariknya, mereka juga mendengarkan masukan pengguna dengan mengembalikan tombol kontrol fisik pada kabin, serta menyiapkan mobil konsep perdana pada 2027 sebagai penanda perayaan satu abad kiprah merek ini di dunia otomotif.

Mengenai ambisi besar ini, CEO Volvo, Håkan Samuelsson, mengatakan bahwa kekuatan produk mereka disesuaikan dengan kebutuhan regional. 

"Ruang pamer kami akan terlihat sangat berbeda pada tahun 2030. Ini adalah lini produk terkuat kami yang pernah ada, disesuaikan dengan kebutuhan regional, dan menekankan ambisi kami untuk menjadi merek mobil premium terkemuka," kata Samuelsson.

Strategi Volvo yang mengombinasikan performa mesin hibrida berdaya tinggi dan mobil listrik murni membuktikan bahwa faktor keselamatan serta responsivitas kendaraan tetap menjadi prioritas utama.

Mobil berbobot berat dengan lonjakan tenaga instan seperti pada jajaran PHEV dan EV Volvo menuntut kinerja pengereman fisik yang sangat optimal.

Piringan cakram yang tertutup kotoran atau berkarat akibat perubahan cuaca ekstrem dapat mengikis daya cengkeram rem saat mobil melaju kencang.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya