Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta meminta para penumpang untuk tiba lebih awal di Stasiun Karawang, Jawa Barat. Imbauan ini dikeluarkan seiring diterapkannya rekayasa lalu lintas di wilayah perkotaan Karawang guna mendukung acara Kirab Helaran Budaya Hari Jadi Ke-393 Karawang.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan bahwa calon penumpang disarankan mengalokasikan waktu tempuh yang lebih longgar dibanding hari biasa. Penyesuaian waktu ini sangat penting, terutama bagi penumpang dengan jadwal keberangkatan pada sore dan malam hari.
Advertisement
Sesuai informasi dari pihak berwenang, pengalihan dan pengaturan arus kendaraan di pusat Kota Karawang mulai berjalan pada Jumat sore pukul 16.00 WIB sampai acara usai. Penyesuaian rute ini berisiko memicu kemacetan hingga pengalihan jalur menuju stasiun.
"Kami mengimbau pelanggan yang akan berangkat dari Stasiun Karawang agar datang lebih awal dan tidak menggunakan estimasi waktu perjalanan seperti pada kondisi normal. Antisipasi ini penting agar pelanggan memiliki waktu yang cukup apabila terjadi kepadatan atau pengalihan arus lalu lintas menuju stasiun," kata Franoto dikutip dari Antara, Jumat (18/9/2026).
Potensi Penumpukan Kendaraan
Ia turut mengingatkan potensi penumpukan kendaraan di beberapa titik akses utama menuju Stasiun Karawang. Salah satunya berada di perlintasan Jalan Tuparev yang bersinggungan langsung dengan lokasi helaran acara.
Penumpang diimbau mencari rute alternatif jika terjadi kemacetan dan selalu mematuhi instruksi personel kepolisian maupun petugas lalu lintas di lapangan.
Di sisi lain, KAI Daop 1 Jakarta terus memantau operasional di Stasiun Karawang dan menjalin komunikasi intensif dengan instansi terkait demi menjamin kelancaran alur keberangkatan. Franoto juga berpesan agar calon penumpang memeriksa ulang jam keberangkatan pada tiket atau aplikasi Access by KAI sebelum bertolak ke stasiun.
"KAI mendukung pelaksanaan rangkaian Hari Jadi Karawang. Kami berharap masyarakat dapat menikmati kegiatan tersebut dengan tertib, sementara pelanggan kereta api tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu," kata Franoto.