11 Pelajar Lampung Selatan Muntah Usai Santap MBG

Para pelajar menjalani perawatan medis.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 17 September 2026, 18:38 WIB
Pelajar di Lampung Selatan diduga keracunan MBG

Liputan6.com, Jakarta - 11 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma'arif di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mengalami mual, mulas hingga muntah setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (16/9/2026).

Dari 80 siswa yang menerima makanan, 11 di antaranya mengalami keluhan dan harus mendapat penanganan medis. Lima siswa dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang, sedangkan enam lainnya menjalani pemeriksaan di Klinik dr Ido.

Kepala MI Ma'arif, Khoirudin mengatakan para siswa menerima MBG pukul 09.30 WIB. Makanan tersebut terdiri atas nasi, udang, tahu, dan sayur wortel yang dikirim dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir.

Sekira 1,5 jam setelah menyantap makanan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan mulas dan sakit perut. Beberapa siswa bahkan mengalami muntah.

"Jadi habis istirahat terus masuk kelas, lalu selang 1,5 jam itu anak-anak ada yang mulas, sakit perut. Terus saya konfirmasi ke pihak SPPG ini ada apa kok seperti ini, terus datanglah petugas SPPG ke sekolah untuk mengecek," kata Khoirudin saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).

Menurut Khoirudin, penanganan terhadap siswa dilakukan secara bertahap. Awalnya empat siswa dibawa ke Puskesmas Rawat Inap Ketapang. Sekitar 30 menit kemudian, empat siswa lainnya menyusul, kemudian tiga siswa kembali dibawa untuk mendapatkan penanganan.

"Ya sakit perut, mulas, mual. Ini baru pertama kali terjadi. Ada yang dirawat inap satu siswa, kata petugas medis harus dirawat untuk diinfus. Di sekolah kami ada 80 siswa yang mendapat MBG," jelasnya.

Puskesmas Terima Siswa dengan Keluhan Muntah

Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, dr Sutji Mendrofa membenarkan pihaknya menerima siswa MI Ma'arif dengan keluhan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG.

"Sekitar jam 12 siang ada empat orang anak yang dibawa ke UGD Puskesmas Rawat Inap Ketapang dengan keluhan utamanya adalah muntah-muntah setelah makan MBG di sekolah," kata Sutji.

Para siswa, kata dia, telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur, termasuk pemberian obat untuk mengatasi mual dan observasi kondisi kesehatan.

Sutji mengatakan empat dari lima siswa yang dibawa ke puskesmas telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Sementara satu siswa masih menjalani perawatan.

"Dominan muntah dan pusing," ujarnya.

Meski demikian, Sutji belum dapat memastikan bahwa keluhan kesehatan yang dialami para siswa disebabkan oleh makanan MBG.

Dia mengatakan petugas telah mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan laboratorium guna mengetahui penyebab keluhan tersebut.

"Mudah-mudahan hasilnya segera kita lihat nanti dan kita baru bisa bilang apakah berasal dari situ, ya. Karena saya juga tidak berani bicara bahwa ini karena keracunan MBG sebelum ada hasil dari laboratorium," tegas Sutji.

Petugas puskesmas mengambil sampel makanan, muntahan, serta air dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir untuk diperiksa di laboratorium.

Penyaluran MBG Disetop Sementara

Sementara itu, Kepala Tata Usaha KPPG Bengkulu-Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.

Fitra mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil dan menguji sampel makanan untuk mengetahui ada atau tidaknya kaitan antara makanan yang disalurkan dengan keluhan kesehatan yang dialami para siswa.

"Iya sudah ada laporan. Saat ini masih diselidiki, sampel makanan diperiksa," kata Fitra.

Sebagai langkah sementara selama proses pemeriksaan berlangsung, penyaluran makanan dari SPPG Dapur 03 Pematang Pasir dihentikan sementara.

"Suspen sementara," ujar Fitra.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya