Komisi I DPR Buka Suara soal Kasus Kematian Serda Ahmad

Komisi I DPR mendorong proses hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berjalan secara transparan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 17 September 2026, 15:24 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Tim News).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta praktik kekerasan yang berkedok senioritas di lingkungan TNI dihentikan. Hal itu disampaikan menyusul kasus tewasnya Serda Ahmad Muzammil Farisa yang diduga dianiaya oleh empat anggota TNI AU.

Dave menyebut kasus tersebut menjadi keprihatinan bersama, terlebih Serda Ahmad merupakan prajurit yang tengah menjalankan tugas pengabdian kepada negara. Ia juga mendorong proses hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berjalan secara transparan.

“Kita perlu memberikan ruang kepada proses hukum dan pemeriksaan internal untuk mengungkap secara utuh apa yang sebenarnya terjadi, termasuk pihak-pihak yang terlibat serta rangkaian peristiwanya,” kata Dave dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Menurut Dave, senioritas dalam lingkungan militer memiliki fungsi penting untuk membentuk disiplin, kepemimpinan, dan profesionalisme. Namun, senioritas tidak boleh dimaknai sebagai kewenangan untuk melakukan kekerasan atau perlakuan yang bertentangan dengan ketentuan dan nilai-nilai keprajuritan.

“Senioritas tidak boleh dimaknai sebagai kewenangan untuk melakukan tindakan kekerasan atau perlakuan yang bertentangan dengan ketentuan dan nilai-nilai keprajuritan,” tegasnya.

Ia meminta setiap pelanggaran yang ditemukan dari hasil pemeriksaan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Dave juga mendorong penguatan pola pembinaan, mekanisme pengawasan di lingkungan satuan, serta saluran pengaduan agar persoalan dapat ditangani sedini mungkin.

“Penguatan terhadap pola pembinaan, mekanisme pengawasan di lingkungan satuan, serta saluran pengaduan juga penting untuk terus dilakukan agar setiap persoalan dapat ditangani sedini mungkin sebelum berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius,” ujarnya.

Dave menilai pendidikan dan pembinaan prajurit harus menjadi ruang untuk membangun disiplin, ketahanan, kepemimpinan, dan solidaritas dengan tetap menjunjung tinggi ketentuan serta nilai-nilai keprajuritan.

Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave menyatakan akan terus mencermati penanganan perkara dan perkembangan hasil pemeriksaannya. Ia meminta proses tersebut berjalan tuntas, profesional, dan objektif.

“Jika dalam proses tersebut terdapat hal-hal yang perlu menjadi bahan evaluasi, tentu dapat menjadi pembelajaran untuk terus memperkuat pembinaan, disiplin, dan profesionalisme prajurit ke depan,” pungkasnya.

 

Tradisi Buruk

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin (Istimewa)

Senada, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta segala bentuk kekerasan yang berkaitan dengan senioritas di lingkungan TNI dihentikan.

“Tradisi buruk berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh senior, komandan, atasan maupun senior atasan di lingkungan TNI harus segera dihilangkan,” ujarnya.

Menurutnya, prajurit TNI dipersiapkan menjalankan tugas pertahanan dan menghadapi berbagai situasi di medan tugas. Karena itu, selain kemampuan menjalankan komando dan perintah, prajurit membutuhkan kerja sama dan kekompakan yang kuat.

“Sebagai prajurit, seseorang dipersiapkan untuk bertempur. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menjalankan komando dan perintah, tetapi juga kerja sama yang baik antarprajurit,” ujarnya.

TB Hasanuddin menekankan pentingnya hubungan yang sehat dan saling menghargai di antara prajurit. Ia mengingatkan, suasana penuh ketegangan dapat memicu tindakan kekerasan.

“Di lapangan diperlukan keakraban dan hubungan yang baik satu sama lain, bukan ketegangan yang justru dapat memicu tindakan kekerasan, seperti pemukulan hingga menyebabkan kematian,” katanya.

Ia juga meminta para komandan di setiap tingkatan memperhatikan kondisi prajurit di bawah tanggung jawabnya.

“Para komandan, baik komandan peleton maupun komandan kompi, harus memperhatikan dan memahami kehidupan prajurit di lapangan. Hubungan antara komandan dan bawahan harus dibangun dengan baik sehingga tercipta lingkungan yang sehat dan saling menghargai,” jelasnya.

 

Penyelidikan Mendalam

Terkait kasus Serda Ahmad, TB Hasanuddin meminta TNI AU melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap penyebab dan rangkaian peristiwa yang sebenarnya terjadi.

“TNI AU perlu melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, personel yang terbukti melakukan pelanggaran harus diproses sesuai ketentuan.

“Pelaku harus ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar memberikan efek jera kepada yang lain,” pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya