Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan keamanan siber lokal, Peris.ai, meraih penghargaan IN-Apps Digital Award 2026 untuk kategori Platform Teknologi Keamanan Siber.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Indonesia Apps Summit (IN-Apps) 2026, baru-baru ini di Tangerang, Banten.
Advertisement
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya kepada Co-Founder dan CEO Peris.ai David Samuel, yang didampingi CEO Office Head Peris.ai David Nathan.
Dalam keterangan tertulis yang Tekno Liputan6.com terima, Kamis (17/9/2026), Peris.ai menjadi salah satu dari 13 penerima penghargaan lintas kategori dalam ajang tahunan ini.
IN-Apps Digital Award 2026 diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif sebagai bentuk apresiasi atas inovasi di ekosistem aplikasi dan teknologi digital nasional. Proses penilaian melibatkan kurasi ketat dari lima dewan juri berdasarkan enam aspek utama.
Pencapaian ini diraih di tengah pesatnya kontribusi teknologi digital terhadap perekonomian nasional. Data Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat subsektor aplikasi membukukan investasi hingga Rp 54,18 triliun pada 2025, menjadikannya penyumbang investasi terbesar di sektor ekonomi kreatif.
Seiring akselerasi tersebut, aspek keamanan siber menjadi fondasi yang mutlak dibutuhkan.
Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi, menekankan keamanan siber bukan sekadar pilihan, melainkan fondasi utama pembangun kepercayaan publik. Menurutnya, adopsi aplikasi yang masif harus sejalan dengan penerapan standar keamanan yang andal.
Platform Brahma Fusion
Di sela kegiatan, Menteri Ekonomi Kreatif bersama Kepala BSSN turut mengunjungi stan Peris.ai untuk meninjau platform Brahma Fusion.
Solusi keamanan siber berbasis Agentic AI dan hyperautomation ini dirancang khusus untuk mempercepat investigasi serta respons terhadap ancaman siber.
Brahma Fusion mengintegrasikan berbagai fungsi dan perangkat keamanan ke dalam satu alur kerja terpadu. Melalui pemanfaatan AI dan otomasi, platform ini memangkas proses manual yang berulang, sehingga tim keamanan dapat merespons insiden lebih cepat dan berfokus pada analisis strategis yang membutuhkan keputusan manusia.