Prabowo Pertimbangkan Rekrutmen Guru Dikembalikan ke Pusat, Ini Alasannya

Selain peningkatan kualitas guru, Prabowo menyebut digitalisasi ruang kelas perlu ditingkatkan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 17 September 2026, 12:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan pengembalian kewenangan rekrutmen dan pengangkatan guru kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sistem pendidikan nasional, terutama kualitas tenaga pendidik.

"Ya, seluruh sistem pendidikan itu harus diperbaiki. Mulai dari rekrutmen guru yang paling utama," kata Prabowo saat ditanya soal masih minimnya kemampuan numerasi murid kelas 4 sekolah dasar (SD), dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip dari siaran pers, Kamis (17/9/2026).

Prabowo mengatakan desentralisasi merupakan bagian dari semangat demokratisasi yang memiliki tujuan baik. Namun, dia menilai pelimpahan kewenangan rekrutmen guru kepada pemerintah daerah menghadirkan tantangan dalam menjaga objektivitas dan kualitas tenaga pendidik.

Menurut Prabowo, proses pengangkatan guru harus didasarkan pada kemampuan, kebutuhan sekolah, dan standar kualitas, bukan kedekatan pribadi maupun kepentingan politik.

"Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita," jelas dia.

Untuk meningkatkan kualitas guru yang belum merata, Prabowo mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan program peningkatan kemampuan bagi tenaga pendidik, seperti kursus dan pelatihan.

"Sekarang, ya terpaksa mungkin kita harus bikin kursus-kursus, penataran-penataran, upgrading guru-guru itu," ujar Prabowo.

 

 

Digitalisasi Ruang Kelas

Selain peningkatan kualitas guru, Prabowo menyebut digitalisasi ruang kelas sebagai salah satu langkah untuk membantu mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan.

Menurut dia, fasilitas pembelajaran digital dapat membantu guru meningkatkan kemampuan mengajar dan membuat siswa lebih tertarik mempelajari berbagai materi, termasuk berhitung dan aritmatika. Digitalisasi juga diharapkan dapat membantu sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar berkualitas.

"Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ. Berhitung, aritmatika, dan sebagainya. Ini salah satu langkah saya untuk lompat," tutur Prabowo.

Namun, Prabowo menegaskan digitalisasi tidak dapat menggantikan peran guru. Menurut dia, perbaikan kualitas pendidikan tetap bergantung pada proses rekrutmen dan pendidikan guru.

"Tetapi di ujungnya, perbaikan yang sebenarnya hanya dengan rekrutmen dan pendidikan guru. Hanya dengan itu," pungkas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya