Cerita Baskara Mahendra Jadi Perias Jenazah di Film Ghosthing

Baskara Mahendra main film terbaru berjudul Ghosting. Ia berperan jadi perias jenazah. Simak kesan Baskara saat syuting film Ghosthing

oleh Umar Syarifuddien SjadjaahDiterbitkan 16 September 2026, 17:22 WIB
Baskara Mahendra - © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Baskara Mahendra dipercaya membintangi film layar lebar terbaru bergenre komedi horor berjudul Ghosthing. Film produksi Imperial Pictures ini digagas oleh Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya, dengan Arie Aziz sebagai sutradara, Hartawan Triguna sebagai produser, serta Rizky A. Prakoso sebagai Associate Produser.

Cerita film berpusat pada Alfian, seorang pria yang bekerja sebagai perias jenazah. Kehidupannya yang tenang berubah setelah mendapat tugas merias jenazah influencer muda bernama Maya yang meninggal secara misterius.

"Menurut saya, premis Ghosthing sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal," ujar Baskara Mahendra.

"Buat saya, karakter Alfian inilah yang membuat perjalanan ceritanya menjadi menarik, karena di tengah situasi yang kompleks, dia justru harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.


Penjelasan Sosok Maya dari Yasamin Jasem

Baskara Mahendra & Yasamin Jasem © KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi

Arwah Maya yang cerewet, sarkastik, dan penuh drama ternyata belum bisa menerima kematiannya. Hantu influencer tersebut terus mengusik kehidupan Alfian dan meminta bantuannya untuk mengungkap penyebab kematian tragis yang dialaminya.

"Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya. Tapi sebenarnya, apa yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu tentang kematiannya?," ujar Yasamin Jasem.


Komedi-Misteri

Tayang 15 Oktober 2026, Film Ghosthing turut dibintangi Leony VH, Bang Tigor, Siti Fauziah, Tanta Ginting, hingga Mathias Muchus. Naskah yang ditulis Evelyn Afnilia memadukan perbedaan karakter para tokoh dengan unsur komedi dan misteri.

"Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang-orang di sekitarnya? Dari pemikiran itu kemudian kami berdiskusi dan mengembangkannya bersama penulis hingga menjadi sebuah skenario," katanya.

"Setelah draft ketiga, kami lemparkan kembali untuk mendapatkan masukan dan mengembangkan beberapa bagian cerita serta karakter. Dari proses diskusi dan pengembangan itulah kemudian lahir cerita ‘Ghosthing’ seperti yang sekarang," ujar Hartawan Triguna.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya