Kemenkeu Siap Terbitkan SBN Valas, Masih Ada Sisa Kuota US$ 2 Miliar

Kemenkeu memastikan penerbitan SBN valas tetap berlanjut hingga akhir 2026 dengan memanfaatkan sisa kuota US$ 2 miliar sesuai kondisi pasar.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 16 September 2026, 14:30 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto. (Foto: Liputan6.com/Maulandy R)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan penerbitan global bond atau Surat Berharga Negara (SBN) dalam denominasi valuta asing tetap dilakukan hingga akhir 2026. Pemerintah akan menentukan waktu dan mata uang penerbitan dengan mempertimbangkan kondisi pasar.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan pemerintah masih memiliki fleksibilitas dalam menentukan strategi penerbitan global bond. Pemerintah juga masih memiliki sisa kuota penerbitan sekitar US$ 2 miliar.

“Fleksibel. Sisa tahun masih akan terbitkan valas (global bond), cuma kapan dan currency-nya, nanti sambil lihat market-nya juga,” ujar Suminto di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026).

Suminto menjelaskan bahwa pemerintah masih menggunakan sejumlah mata uang yang telah tersedia dalam kerangka penerbitan SBN valas. Mata uang tersebut mencakup dolar Amerika Serikat, euro, renminbi Tiongkok, dan yen Jepang.

“Belum. Ya, kan kita sudah lengkap (denominasi SBN valas),” kata Suminto.

Pemerintah belum menetapkan negara atau pasar baru untuk penerbitan global bond tersebut. Suminto menegaskan, waktu dan denominasi penerbitan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar keuangan.

Dengan strategi tersebut, penerbitan SBN valas hingga akhir tahun tidak terpaku pada satu denominasi tertentu. Pemerintah tetap dapat memilih mata uang yang dinilai paling sesuai dengan kondisi pasar saat eksekusi dilakukan.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya