Liputan6.com, Teheran - Kepanikan melanda penumpang sebuah pesawat Boeing 737 setelah pesawat mengalami gangguan mekanis yang menyebabkan sebagian plafon kabin tiba-tiba ambruk. Rekaman dari dalam pesawat memperlihatkan penumpang berteriak ketakutan ketika panel plafon jatuh ke arah mereka.
Advertisement
Dikutip dari news.com.au, Rabu (16/9/2026), pesawat Boeing 737 milik Sepehran Airlines itu tengah terbang dari Bandara Internasional Mashhad Nejad menuju Bandara Internasional Kermanshah, Iran, pada Selasa, ketika mengalami kerusakan mekanis.
Pesawat kemudian terpaksa melakukan pendaratan darurat kembali di Mashhad setelah salah satu ban pada roda pendarat dilaporkan pecah.
Rekaman yang diambil seorang penumpang dari dalam pesawat dan dibagikan di Reddit memperlihatkan pesawat berguncang hebat. Tak lama kemudian, sebagian plafon kabin jatuh menimpa penumpang yang tengah duduk.
Teriakan dan jeritan terdengar setelah panel-panel plafon berjatuhan. Beberapa bagian struktur internal pesawat pun terlihat terbuka.
Meski kejadian tersebut menimbulkan kepanikan, tidak ada laporan mengenai penumpang yang terluka. Setelah pesawat berhenti sepenuhnya, seluruh penumpang dan awak dievakuasi dengan selamat.
Para penumpang kemudian dipindahkan ke penerbangan lain menuju Kermanshah.
Menurut laporan The Indian Express, ban pesawat diduga pecah saat pesawat lepas landas. Namun, informasi tersebut masih belum dikonfirmasi.
Landasan pacu di Bandara Mashhad sempat ditutup sementara untuk dilakukan pemeriksaan sebelum kembali dibuka pada hari yang sama.
Bukan Insiden Pertama Sepehran Airlines
Insiden tersebut bukan kali pertama pesawat milik Sepehran Airlines mengalami masalah.
Pada 25 Agustus, sebuah Boeing 737-500 milik Sepehran yang mengoperasikan penerbangan dari Teheran menuju Mashhad dengan membawa 127 orang keluar dari landasan pacu setelah mendarat. Pesawat tersebut berhenti dengan roda pendarat depan dalam kondisi ambruk, menurut The Indian Express.
Tidak ada seorang pun yang terluka dalam insiden tersebut.
Organisasi Penerbangan Sipil Iran kemudian membuka penyelidikan untuk mengusut kejadian itu.