Sinopsis - Review Film Fall 2: Deadpoint, Uji Nyali di Ketinggian dengan Sensasi Baru

Fall 2: Deadpoint yang topiknya bikin tim SAR cenat-cenut ini tayang pada hari ini, Rabu (16/9/2026)

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 16 September 2026, 12:00 WIB
Fall 2: Deadpoint. (Lionsgate Films)

Liputan6.com, Jakarta - Pada 2022 lalu, film Fall bikin jantung penontonnya kembang-kempis gara-gara aksi Becky (Grace Caroline Currey) dan Shiloh (Virginia Gardner) memanjat tiang pemancar. Di situs agregat Rotten Tomatoes, filmnya sukses mendapat sanjungan dari kritikus maupun penonton umum. Hari ini Rabu (16/9/2026), sekuelnya yang bertajuk Fall 2: Deadpoint mendarat di bioskop Tanah Air. 

Seperti terlihat dari judulnya, formulanya kembali sama: uji nyali, menantang maut di ketinggian. Namun akankah film yang topiknya bikin tim SAR cenat-cenut ini bisa kembali mengulang kesuksesan pendahulunya?

Fall 2: Deadpoint sendiri masih punya benang merah dengan film pertamanya. Kali ini menyorot Jax Hunter (Harriet Slater), adik Shiloh alias Hunter yang masih dirundung duka mendalam sejak insiden di film pertama. Apalagi pertemuan terakhirnya dengan sang kakak berakhir dengan kata-kata tajam yang keluar dari bibirnya. 

Di tengah duka, hadir Luce (Arsema Thomas) sahabat pemberani mendiang Shiloh yang mengajak Jax membuka kembali bucket list mendiang, yang penuh destinasi ekstrem yang menggojlok adrenalin. "Demi mengenang Shiloh," begitu alasan yang diucap Luce. 

Akhirnya dipilih satu tujuan: pendakian berbahaya di Gunung Kwan, Thailand, sebagai bentuk penghormatan bagi Shiloh.


Kejadian Tak Teduga di Gunung Kwan

Fall 2: Deadpoint. (Lionsgate Films)

Sejak awal, Jax masih gentar dengan perjalanan yang ia hadapi. Ini bukan hanya tentang jalur ekstrem berupa papan sempit yang menjorok ribuan kaki di atas tanah yang akan ia lewati.

Di hatinya, tertanam satu keyakinan bahwa ia bukanlah kakaknya yang merupakan seseorang yang pemberani. Namun Luce terus meyakinkan Jax. Apalagi mereka akan ditemani pemandu yang sudah paham medan, Jon Platt (Tom Brittney).

Hanya saja, kondisi alam tak bisa diterka lewat hitungan matematis di atas kertas maupun pengalaman belaka. Sejumlah kejadian tak terduga terjadi dalam perjalanan, membuka selubung rahasia yang ditutupi sejak awal pertemuan.

Mampukah Jax bertahan hidup, dan menemukan keberaniannya?


Lebih Banyak Drama di Film Kedua

Sutradara kembar Michael dan Peter Spierig menggarap sekuel ini dari naskah yang ditulis Scott Mann dan Jonathan Frank, menghadirkan sejumlah hal baru dalam sekuel Fall.

Lanjut Baca:

Terutama, terkait dinamika ketiga karakter utamanya. Emosi tak hanya dimainkan dalam upaya untuk menyelamatkan diri dalam kondisi genting, tapi juga ketika dihadapkan dengan twist demi twist yang mengubah arah filmnya. Sekuel kali ini juga mengandung lebih banyak drama. Terutama mengenai kilas balik hubungan Jax - Shiloh, juga bagaimana sang adik menghadapi luka hati akibat kepergian kakaknya, yang hampir selalu diiringi scoring yang melankolis. Momen-momen semacam ini tak pelak membuat elemen ketegangan Fall 2 tak sepekat film pendahulunya. Namun mungkin hal ini disengaja untuk memberi jeda napas bagi penonton yang gampang goyah nyalinya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya