AS Beri Rp 88,4 Juta bagi Penduduk untuk Pindah ke Kota Kecil

AS berikan uang tunai, tiket gratis, hingga anggur gratis bagi penduduk yang mau pindah ke kota kecil.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 15 September 2026, 21:00 WIB
Bandara Internasional Portland di Portland, Oregon, AS. (Dok: AFP/Nathan Howard )

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) memberikan insentif uang dan layanan untuk repopulasi wilayah kecil seperti Muncie, Indiana. Saat Brianna Beyrouti melihat balik hidupnya yang lama di Portland, Oregon, dia kesulitan secara finansial, terutama sebagai oran tua tunggal.

"Saya hidup pas-pasan. Setiap kali hal kecil muncul, rasanya seperti, ‘Ya Tuhan, anak-anak butuh sepatu baru, bagaimana saya mampu membelinya?’ Sebagai orangtua tunggal, semua bergantung pada saya," tutur dia.

Melansir BBC, Selasa (15/9/2026), tahun lalu, Brianna meninggalkan Portland dan populasi 2,5 juta orangnya, dan pindah 2.000 mil ke arah timur, yakni Muncie, Indiana. Muncie adalah kota kecil dengan populasi 65.000, sebuah universitas, dan banyak halaman terbuka.

Brianna mengambil kesempatan dari skema yang memberikan US$ 5.000, atau Rp 88,4 juta (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.681) untuk biaya pindah, sebuah gerakan yang bertujuan mendorong pertumbuhan populasi.

Relokasi ini menjadi penolong keuangannya. Dia tetap bekerja secara daring di bank yang sama, jadi pendapatan tahunannya sebesar US$ 107.000, atau Rp 1,89 miliar tidak berubah. Namun, dia sudah mampu membeli rumah untuk pertama kalinya, dan kreditnya lebih kecil daripada biaya sewanya di Portland.

Sebelumnya, dia membayar sewa US$ 1.290, atau Rp 22,8 juta per bulan untuk sebuah apartemen, sedangkan biaya total kredit, asuransi, dan pajak propertinya untuk sebuah rumah di Muncie hanya US$ 1.100, atau Rp 19,4 juta.

Selain itu, pajak pendapatan di Indiana lebih rendah, begitu pula dengan asuransi mobil dan tagihan listriknya. Jadi, Brianna mengatakan dia memiliki surplus US$ 600, atau Rp 10,6 juta per bulan.

Brianna mengungkap kualitas hidupnya meningkat, dan dia dapat memberikan hal-hal yang diinginkan anak-anaknya.

“Saya lebih bisa menjalani hidup saya sekarang. Saat anak-anak menginginkan sesuatu, saya lebih cenderung bilang iya. Kualitas hidup saya meningkat drastis,” dia mengungkap.

 

Insentif Tunai

Ilustrasi dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Brianna bukanlah satu-satunya yang berpindah dari kota besar ke kota kecil. Saat biaya hidup di AS makin meroket, banyak kota besar yang populasinya turun, karena banyak yang mencari properti murah.

Laporan National Association of Realtors pada 2025 mengungkap alasan utama orang yang pindah ke negara bagian lain adalah keuangan.

Akhirnya, kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, hingga Portland mengalami penurunan populasi beberapa tahun belakangan, yang semakin didorong oleh adaptasi penerimaan bekerja secara daring sejak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, beberapa kota kecil di AS, seperti Muncie, mengalami peningkatan populasi setelah penurunan puluhan tahun. Jumlah orang yang tinggal di Muncie berdasarkan data resmi adalah 65.466. Ini merupakan peningkatan dari 65.194 pada 2020, tetapi masih lebih rendah dari angka 1990, yakni 71.828.

 

 

Tiket Bioskop hingga Anggur Gratis

Ilustrasi Menonton di Bioskop (Dok.Unsplash)

Dewan Kota Muncie menarik perhatian dengan menawarkan Rp 88,4 juta tunai untuk membiayai dana pindahan mereka. Ini dilakukan melalui situs yang bernama MakeMyMove, yang menawarkan skema serupa oleh kota-kota kecil di AS. Mereka membayar MakeMyMove biaya langganan.

Lokasi insentif lainnya menawarkan calon penduduk baru tiket bioskop gratis, voucher restoran, hingga botol anggur gratis.

Brianna dan anak-anaknya adalah satu dari 100 keluarga yang pindah ke Muncie melalui program MakeMyMove. Dia mengatakan sebelumnya belum pernah tahu tentang kota ini.

Di AS, MakeMyMove mengatakan sudah membantu total 1.000 orang untuk pindah tahun lalu, dan berencana meningkatkannya ke 1.500 pada 2026.

Seorang ilmuwan, Elena Chrysostomou juga menggunakan skema ini. Dia pindah dari San Diego, California, ke Jacksonville, kota terpencil di Illinois dengan populasi 17.700 orang.

Proses pindahnya didukung oleh Jacksonville Regional Economic Development Corporation (JREDC), yang memberikannya Rp 88,4 juta secara tunai, ditambah “paket kualitas hidup” senilai US$ 4.000, atau Rp 70,7 juta, termasuk keanggotaan pusat kebugaran, hingga tiket golf.

JREDC mengatakan meskipun wilayah ini sudah menjadi wilayah nyaman untuk ditinggali, skema ini membantu menarik minat.

 

Fasilitas Masih Terbatas

Elena tadinya menghabiskan US$ 3.000, atau sekitar Rp 53 juta untuk apartemen satu kamar tidur di San Diego. Kini, dia memiliki rumah tiga kamar dengan kredit US$ 1.868, atau sekitar Rp 33 juta. Di saat yang sama, gajinya naik 22% sejak mengganti pekerjaan, dan transportasi 15 menit kini hanya satu menit dengan mobil.

Elena mengatakan tidak pernah menyangka bisa memiliki rumah sendiri dengan penghasilannya. Dia berpendapat ini memberikannya keamanan dan kemandirian.

“Saya tidak pernah menyangka bisa membeli rumah sendiri. Selama ini saya pikir saya harus memiliki pasangan. Meskipun punya, di San Diego ini sulit. Ini terasa lebih bebas. Ada keamanan dan kemandirian,” dia menjelaskan.

Meskipun dirinya dan Brianna tidak memiliki penyesalan, mereka membeberkan ada beberapa kekurangan. Ini termasuk pilihan aktivitas dan restoran yang terbatas, meninggalkan teman dan keluarga, dan bagi Brianna kesulitan untuk mengadaptasikan anak-anaknya ke sekolah baru.

Pada saat masih di Portland, Brianna senang berjalan ke taman dan toko, tetapi  kini dia bergantung pada mobilnya untuk apapun. Namun, secara keseluruhan, dia sangat antusias.

“Tabungan saya lebih banyak dari sebelumnya, saya punya rumah, dan saya bisa melakukan apapun dengan anak-anak saya. Kami bahkan liburan untuk pertama kalinya bagi anak termuda saya,” tutur Brianna.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya