Liputan6.com, Jakarta - Akamai Technologies meluncurkan Akamai Workforce Protector, solusi keamanan siber interaksi khusus untuk era kecerdasan buatan (AI).
Teknologi baru ini menjadi lapisan keamanan tambahan pada platform Akamai guna memperkuat perlindungan aplikasi, API, dan infrastruktur enterprise.
Advertisement
Workforce Protector dirancang untuk menghadirkan visibilitas menyeluruh, kontrol penggunaan AI, peramban (secure enterprise browser), serta pencegahan kebocoran data secara real-time. Solusi ini terintegrasi secara native dengan akses privat global milik Akamai.
"Aktivitas pekerjaan di era AI adalah aliran koneksi digital yang tak henti-hentinya," ujar Senior Vice President & General Manager Enterprise Security Akamai, Ofer Wolf, dalam keterangannya, Selasa (15/9/2026).
"Melalui Akamai Workforce Protector, kami memastikan keamanan selalu mengikuti karyawan dan agen AI ke mana pun mereka bekerja. Kami ingin memberikan jaring pengaman agar perusahaan dapat mengadopsi AI dengan percaya diri tanpa mengorbankan produktivitas," ia menjelaskan
Model keamanan konvensional yang mengandalkan batas jaringan fisik (perimeter) dinilai tidak lagi relevan dengan lanskap kerja modern.
Saat ini, aktivitas bisnis didominasi oleh rangkaian interaksi digital—mulai dari karyawan yang membuka aplikasi Software-as-a-Service (SaaS), penggunaan agen AI, hingga beban kerja yang mengakses jaringan internal.
Workforce Protector mengubah pendekatan tersebut dengan menerapkan pengamanan langsung pada titik interaksi yang mencakup tiga area vital: tenaga kerja, aplikasi/API, dan infrastruktur. Langkah ini membantu perusahaan mempercepat adopsi AI secara aman sekaligus menekan risiko kebocoran data sensitif.
Fitur Utama
Workforce Protector mengatur bagaimana karyawan berinteraksi dengan AI, SaaS, serta aplikasi internal. Solusi ini menghadirkan sejumlah fungsi keamanan penting tanpa mengganggu alur kerja pengguna:
- Tata Kelola AI Real-Time: Mengidentifikasi penggunaan shadow AI (aplikasi AI tak terizin), mengatur interaksi karyawan dengan alat AI, dan menerapkan kebijakan adaptif secara langsung di dalam sesi peramban.
- Perlindungan Data Instan: Mencegah pengunggahan data sensitif ke model AI yang tidak berwenang serta membatasi pengunduhan data perusahaan ke perangkat pribadi karyawan.
- Penerapan Tanpa Hambatan: Kontrol keamanan dapat diterapkan secara instan tanpa mewajibkan pengguna berganti browser atau mengubah arsitektur jaringan perusahaan.
Prospek Peramban Enterprise
Adopsi teknologi peramban aman diprediksi terus meningkat pesat seiring masifnya pemanfaatan AI di tempat kerja.
Berdasarkan riset Gartner Market Guide for Secure Enterprise Browsers, sekitar 25% organisasi diperkirakan bakal melengkapi solusi akses jarak jauh mereka dengan setidaknya satu teknologi secure enterprise browser pada 2028, naik signifikan dari posisi saat ini yang berada di kisaran 10%.
Workforce Protector hadir melengkapi investasi keamanan yang sudah ada, seperti Security Service Edge (SSE), Cloud Access Security Broker (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP).
Memanfaatkan jaringan terdistribusi global milik Akamai, solusi ini memungkinkan perusahaan mengelola keamanan tenaga kerja dan infrastruktur secara terpadu tanpa mengorbankan performa jaringan.