Erick Thohir Ungkap Dampak Positif FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Indonesia

Ketua umum PSSI Erick Thohir menyambut baik Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Ajang ini bisa memberikan manfaat yang begitu banyak.

oleh ThomasDiterbitkan 15 September 2026, 12:00 WIB
Pelatih timnas Indonesia John Herdman bersama ketua umum PSSI Erick Thohir dan Direktur Utama EMTEK Media saat Jumpa Pers EMTEK Media sebagai Official Broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 (Thomas/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia bakal menjadi sorotan dunia saat menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dengan sejumlah tim undangan tersebut dinilai memiliki potensi besar, bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga ekonomi dan promosi budaya Indonesia.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan, potensi jumlah penonton FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menembus lebih dari 1 miliar orang. Perkiraan tersebut dihitung berdasarkan populasi negara-negara peserta yang memiliki basis penggemar sepak bola besar.

Hal itu disampaikan Erick dalam konferensi pers pengumuman official broadcaster FIFA ASEAN Cup 2026 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026).

"Jadi secara pertandingan ini populasinya sangat besar. Dan ini yang menjadi menarik, yang nanti juga disiarkan di televisi-televisi masing-masing negara seperti Bangladesh, Pakistan, dan tentu di Indonesia yang disiarkan secara resmi oleh Emtek Media," kata Erick.

Potensi audiens tersebut berasal dari negara-negara ASEAN serta tim tamu yang ambil bagian, yakni Bangladesh dan Pakistan pada Divisi 1. Sementara Hong Kong menjadi salah satu peserta di Divisi 2.


FIFA ASEAN Cup Jadi Ajang Benchmark

Emtek Media jadi pemegang resmi hak siar FIFA ASEAN CUP 2026 (KLY)

Erick menjelaskan, FIFA saat ini terus mendorong lahirnya kompetisi antarfederasi yang dapat memberikan manfaat olahraga sekaligus finansial bagi negara-negara anggotanya.

Menurut dia, kekuatan finansial federasi menjadi salah satu faktor penting untuk membangun tim nasional yang kompetitif.

"Jangan sampai federasi dan timnas ini menjadi tertutup potensinya dengan persaingan dan ekonomi sepak bola secara menyeluruh, di mana di banyak negara sekarang ini lahir tim-tim super dan banyak juga liga yang sangat besar, yang akhirnya perkembangan tim nasional di banyak negara menjadi dinomorduakan," ujar Erick.

Ia menambahkan, FIFA sebelumnya telah menggulirkan sejumlah turnamen lintas kawasan, salah satunya FIFA Arab Cup yang mulai digelar pada 2021.

Konsep serupa kini dibawa ke kawasan Asia Tenggara melalui FIFA ASEAN Cup. Turnamen ini diharapkan menjadi sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan level kompetisi sepak bola negara-negara di kawasan.

Lanjut Baca:

>"Nah, FIFA ASEAN Cup tujuannya sama. Lewat FIFA ASEAN Cup, FIFA ingin mulai melakukan benchmark negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan di luar wilayah itu supaya kompetisinya juga kompetitif," tutur Erick.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya