Demo BBM Ricuh, Staf Ketua DPRD Sulsel Adu Jotos dengan Demonstran

Unjuk Rasa Kelangkaan BBM Berakhir Ricuh, Staf Ketua DPRD Sulsel Adu Jotos dengan Demonstran

oleh FauzanDiperbarui 14 September 2026, 20:16 WIB
Unjuk Rasa Kelangkaan BBM Berakhir Ricuh, Staf Ketua DPRD Sulsel Adu Jotos dengan Demonstran

Liputan6.com, Sulsel- Aksi demonstrasi Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPAR) di Gedung sementara DPRD Sulawesi Selatan, di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar pada Senin (14/9/2026) sore, berujung ricuh. Demo ini buntut kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram.

Nandar, salah satu staf pribadi Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi alias Cicu terlibat adu jotos dengan demonstran di depan pintu utama.

Kericuhan terjadi saat massa yang merupakan gabungan mahasiswa UIN Alauddin Makassar dan Universitas Indonesia Timur (UIT) merangsek menaiki tangga menuju pintu utama gedung DPRD Sulsel. Mereka berupaya menerobos masuk untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan pasokan energi di Sulsel.

Petugas pengamanan gabungan bersama Satpol PP kemudian membentuk barikade di depan pintu masuk untuk menghalau massa. Namun, dorongan pengunjuk rasa semakin kuat hingga membuat barisan petugas terdesak.

Di tengah situasi tersebut, Nandar yang merupakan staf pribadi Ketua DPRD Sulsel turun membantu petugas menahan massa. Ketegangan kemudian meningkat setelah seorang demonstran mendorong tubuh Nandar hingga menarik bajunya.

Nandar yang diduga tidak terima mendapat perlakuan tersebut kemudian membalas dengan melayangkan pukulan ke arah demonstran. Aksi tersebut memicu perkelahian terbuka antara staf Ketua DPRD Sulsel dan sejumlah massa aksi.

Adu jotos berlangsung di area teras, tepat di depan pintu masuk gedung DPRD Sulsel. Petugas keamanan dan kepolisian langsung bergerak melerai kedua pihak serta menarik mundur massa dari pintu gedung.

Saat kericuhan pecah, Cicu sejatinya sudah berada di lokasi dan hendak menemui demonstran. Namun, petugas keamanan segera menariknya kembali ke dalam gedung untuk menghindari risiko keselamatan.

Setelah situasi berhasil dikendalikan, Cicu kembali keluar dan menemui massa aksi. Politisi Partai NasDem itu meminta mahasiswa menahan diri serta menyampaikan aspirasi secara tertib.

"Kami di sini banyak, Adik-adik, dan siap menerima Adik-adik kapan pun, di mana kita lakukan sesuai dengan aturan. Jammiki rusuh kayak tadi, karena diterima jiki pasti semua di sini," tegas Cicu di hadapan pengunjuk rasa.

DPRD Klaim Pemprov Sulsel Minta Tambahan Kuota BBM

Unjuk Rasa Kelangkaan BBM Berakhir Ricuh, Staf Ketua DPRD Sulsel Adu Jotos dengan Demonstran

Dalam kesempatan tersebut, Cicu juga menjelaskan langkah pemerintah dalam menangani persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram di Sulsel.

Dia mengatakan Pemprov Sulsel telah mengirimkan surat resmi kepada BPH Migas untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi. Permintaan tambahan pasokan LPG 3 kilogram juga telah disampaikan kepada Kementerian ESDM.

"Tentu kuota ini bukan menjadi kewenangan kami di Sulsel, tetapi menjadi kewenangan pemerintah pusat untuk menambahkan. Oleh karena itu, kita sudah bersurat, dan insya-Allah dalam beberapa hari ke depan ini, surat tersebut akan dijawab, dan mudah-mudahan bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Sulsel," terangnya.

Cicu juga menegaskan aturan pembatasan pengisian BBM yang dikeluarkan pemerintah daerah hanya bersifat sementara. Kebijakan tersebut akan dihentikan apabila pasokan BBM kembali normal dan kebutuhan masyarakat telah terpenuhi.

"Edaran yang dikeluarkan pemerintah hari ini hanya bersifat sementara, tidak bersifat permanen. Apabila seluruh kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi, maka edaran tersebut tidak akan berlaku lagi. Masyarakat bisa mengisi BBM sesuai dengan peruntukannya masing-masing," tambahnya.

Polisi Usut Dugaan Penimbunan BBM

Cicu mengatakan kepolisian juga telah melakukan penyelidikan terkait dugaan penyimpangan distribusi BBM di Sulsel. Penyelidikan tersebut menyasar pihak-pihak yang diduga melakukan penimbunan bahan bakar.

"Teman-teman dari kepolisian juga sudah melakukan penyelidikan terhadap oknum-oknum yang ditengarai melakukan penimbunan bahan bakar yang ada di Sulsel. Kita berharap bahwa kerja-kerja kolaborasi ini bisa didukung oleh Adik-adik sekalian. Sama-sama kita awasi semuanya, karena sebuah masalah tidak akan mungkin bisa dipecahkan oleh satu-dua orang saja," kata Cicu.

Dia pun mengajak mahasiswa mengawal persoalan distribusi energi melalui dialog dan penyampaian aspirasi secara tertib. Menurutnya, DPRD Sulsel terbuka menerima masukan dari mahasiswa selama disampaikan sesuai aturan.

"Kami di sini berharap bahwa ke depannya dialog-dialog seperti ini bisa terus kita lakukan dengan cara-cara yang tertib, Adik-adik sekalian," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya