KM Virgo Diterjang Ombak 3 Meter Lebih Sebelum Karam

Keterangan tersebut diperoleh dari korban KM Virgo yang dievakuasi.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 14 September 2026, 15:44 WIB
Histori pergerakan KM Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. ANTARA/HO-Humas ITS

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas mengungkap KM Virgo Transport 8 dihantam gelombang yang diperkirakan lebih dari tiga meter saat mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa.

Informasi tersebut diperoleh dari keterangan sejumlah penumpang yang berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan keterangan mengenai kondisi gelombang disampaikan sejumlah korban setelah tim SAR menerima kapal pertama yang membawa 69 korban pada malam sebelumnya.

“Disampaikan bahwa diawali dari adanya cuaca buruk. Itu dikonfirmasi atau dibenarkan oleh beberapa penumpang bahwa ombak itu bisa masuk sampai ke dalam kapal Virgo Transport 8 ini,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin (14/9/2026).

Menurut Syafii, informasi dari para korban menjadi salah satu bahan bagi Basarnas untuk mengetahui kondisi di sekitar lokasi kecelakaan.

Keterangan tersebut diperoleh setelah korban yang dievakuasi menceritakan situasi yang mereka alami ketika kapal mengalami kecelakaan.

Dia mengatakan air laut yang sampai masuk ke bagian dalam kapal mengindikasikan gelombang saat kejadian cukup tinggi.

“Kita sama-sama tahu kalau ombak itu bisa masuk, berarti pada saat itu memang lebih dari tiga meter. Itu dari informasi yang didapat,” ujarnya.

Selain keterangan korban, Basarnas menggunakan informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melihat kondisi perairan di sekitar lokasi kejadian. Data tersebut kemudian menjadi salah satu acuan dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Meski demikian, Basarnas belum menyimpulkan bahwa cuaca buruk atau gelombang tinggi menjadi penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8.

Faktor penyebab kecelakaan masih harus ditentukan melalui investigasi teknis berdasarkan data dan fakta dari berbagai sumber.

“Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga sudah bergabung dengan kita untuk mengumpulkan informasi data-data, hasilnya nanti bisa menjadi bahan investigasi,” ujar Syafii.

KNKT telah bergabung dalam penanganan kejadian untuk mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan dalam proses investigasi.

Penyebab pasti kecelakaan KM Virgo Transport 8 masih menunggu hasil penyelidikan sesuai prosedur keselamatan transportasi.

 

115 Korban Ditemukan

Hingga Senin (14/9) pukul 15.30 Wita, Basarnas mencatat 115 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang berada di KM Virgo Transport 8.

Rinciannya, 109 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 128 orang yang belum ditemukan.

Dari 115 korban yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.

Satu korban lainnya telah tiba di Lanud Syamsudin Noor, sedangkan 28 korban masih dalam proses evakuasi dari lokasi kecelakaan menuju Pelabuhan Trisakti.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9). Kapal tersebut membawa total 243 orang dalam perjalanan menuju Banjarmasin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya