Liputan6.com, Jakarta - Kementerian PPN/Bappenas mendorong dekarbonisasi industri dan perluasan pembiayaan hijau untuk memperluas penerapan inovasi lingkungan dan sosial yang telah terbukti memberi manfaat. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai inovasi perlu berdampak pada kualitas lingkungan, penguatan usaha, dan kemampuan masyarakat menghadapi perubahan.
“Kualitas lingkungan dan ketahanan masyarakat harus menjadi bagian strategi pertumbuhan ekonomi. Kita perlu memastikan bahwa investasi dan kegiatan produksi menjaga sumber daya alam yang menopang pembangunan serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Rachmat Pambudy kepada wartawan, dikutip Senin, (14/9/2026).
Advertisement
Rachmat Pambudy menyampaikan empat arahan strategis dalam ENSIA 2026, yaitu mempercepat dekarbonisasi industri dan memperkuat daya saing hilirisasi, mengembangkan ekonomi biru untuk memperkuat ketahanan pangan dan masyarakat pesisir, menerapkan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular dalam pariwisata, serta memperluas pembiayaan dan kemitraan untuk membawa inovasi ke skala lebih besar.
Menurut Rachmat, dekarbonisasi industri membutuhkan pengukuran dan verifikasi jejak karbon, pemanfaatan energi terbarukan, diversifikasi pasar ekspor, pembiayaan hijau, efisiensi energi, serta elektrifikasi proses produksi secara bertahap.
“Fokus pertama yaitu mempercepat dekarbonisasi industri dan memperkuat daya saing hilirisasi. Respons kita perlu mencakup penguatan pengukuran dan verifikasi jejak karbon, percepatan pemanfaatan energi terbarukan, diversifikasi pasar ekspor, serta perluasan akses pembiayaan hijau. Langkah ini perlu disertai efisiensi energi dan elektrifikasi proses produksi secara bertahap, sesuai karakteristik dan kesiapan industri,” kata Rachmat.
Rachmat juga mendorong dunia usaha memasukkan dekarbonisasi ke dalam strategi investasi dan pengembangan rantai pasok. Ia menilai lembaga pengujian, inspeksi, dan sertifikasi memiliki peran dalam memastikan kinerja keberlanjutan dapat dibuktikan secara kredibel.
“Saya mendorong dunia usaha menjadikan dekarbonisasi sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan rantai pasok, Lembaga pengujian, inspeksi dan sertifikasi termasuk SUCOFINDO memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat dibuktikan secara kredibel. Dengan demikian, inovasi memperkuat kepercayaan pasar dan nilai tambah produk Indonesia,” ucap Rachmat.
Fokus Inovasi
Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO) Sandry Pasambuna mengatakan ENSIA telah diselenggarakan sejak 2022 dan mengarahkan fokus inovasi pada isu strategis nasional. Pada 2026, isu tersebut mencakup ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan transisi energi bersih.
"Sejak diselenggarakan pada tahun 2022, ENSIA menjadi ajang apresiasi bagi perusahaan dan local hero yang berhasil menghadirkan inovasi lingkungan dan sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Sehingga, Fokus inovasi ENSIA 2026 diarahkan pada isu-isu strategis nasional, seperti ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan transisi energi bersih yang memiliki dampak langsung terhadap pembangunan masa depan Indonesia,” kata Sandry.
Sandry menilai, inovasi yang dihasilkan ENSIA perlu memberikan dampak terhadap masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan komunitas.
"Kami ingin mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi yang berdampak positif pada kualitas lingkungan, sosial serta kemandirian sehingga menjadikani masyarakat yang lebih tangguh terhadap pembangunan nasional,” tutur Sandry.
Rachmat menempatkan, ENSIA sebagai salah satu wadah yang dapat mempertemukan inovasi dengan kebutuhan masyarakat dan pembiayaan. Ia menyebut Indonesia sebagai Bridge Builder untuk menghubungkan pembiayaan global dengan proyek hijau dan biru di dalam negeri.
"Sebagai Bridge Builder, Indonesia siap menghubungkan pembiayaan global dengan proyek hijau dan biru di dalam negeri. Saya berharap ENSIA turut mempertemukan inovasi, kebutuhan masyarakat, dan dukungan pembiayaan, serta mendorong replikasi praktik yang berhasil agar manfaatnya semakin luas,” tegas Rachmat.