Liputan6.com, Jakarta - Perempuan berinisial ANW akhirnya memberanikan diri buka suara mengenai peristiwa pahit yang dialaminya di sebuah tempat hiburan malam. Korban mengaku mendapat perlakuan pelecehan seksual dari penyanyi muda berinisial BP atau Betrand Peto. Sambil menahan tangis, ia menceritakan awal mula kedatangannya ke lokasi tersebut bersama rekan-rekannya.
"Jadi waktu tanggal 12 itu, saya datang di salah satu club yang ada di SCBD sekitar jam 2 bersama teman saya. Dan ada satu lagi... kita datang di sana, happy, ketemu sama teman-teman. Lalu tiba-tiba ada salah satu staf dari club tersebut yang bilang, 'Mau nggak Kak ngeramein room-nya si BP ini?'," ujar korban berinisial ANW saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Hari Minggu (13/09/2026).
Advertisement
Tawaran tersebut akhirnya diterima tanpa rasa curiga sedikit pun lantaran pihak pelayan kelab menjamin situasi ruangan khusus sang artis dalam keadaan aman. Korban merasa sangat yakin tidak akan terjadi hal buruk karena keberadaannya di tempat itu hanya berniat untuk bersenang-senang.
"Aku nggak pernah ada pikiran negatif kalau kita bakal nemuin apes di tempat itu. Kita iyain. Awal-awal si waitress ini take over ke temennya satu lagi, cowok juga. Dan si temennya ini udah make sure kalau untuk di room ini tuh aman, nggak akan kenapa-napa," katanya.
Kecurigaan Muncul
Kecurigaan mulai timbul saat korban sempat keluar ruangan sejenak untuk mengambil telepon genggam miliknya di atas sofa luar. Saat melangkah kembali masuk ke dalam ruangan VIP, ia mendapati rekannya sudah tidak berada di tempat duduk semula. Korban kemudian diberitahu bahwa rekannya sedang berada di kamar kecil.
"Nggak lama minuman dibagikan, terus waitress-nya pergi. Handphone saya ada di sofa, yang mana itu ada di luar room," katanya.
"Saya ambil handphone saya. Pas saya balik lagi ke room tersebut, temen saya nggak ada, dan setelah saya tanya, temen saya ternyata di toilet," sambungnya.
Lokasi Dugaan Pelecehan Berada di Depan Toilet
Situasi tersebut dimanfaatkan oleh terlapor untuk melancarkan tindakan asusila secara mendadak di dekat area toilet. Korban yang mengira hanya diajak menyusul temannya justru mengalami perlakuan tidak pantas hingga menangis histeris.
"Saya duduk di sofa, samping saya BP. Tiba-tiba BP narik tangan saya. Saya nggak pernah ada pikiran negatif, saya kira dia ngajak saya untuk ngecek temen saya di toilet, kenapa lama sekali," katanya. Ternyata di depan pintu toilet tersebut, saya dilecehin," pungkasnya.