Angin Kencang Hentikan Water Bombing Kebakaran Bromo, Pemadaman Fokus di Darat

Tiupan angin kencang kemudian membuat api merambat hingga mencapai kawasan Jemplang, Kabupaten Malang.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 13 September 2026, 17:37 WIB
​ Cuaca Buruk Lumpuhkan Water Bombong, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Bromo Dari Darat

Liputan6.com, Jakarta - Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo melalui udara dihentikan sementara akibat cuaca buruk.

Kondisi tersebut membuat helikopter water bombing tidak dapat dikerahkan sehingga ratusan personel gabungan kini memusatkan upaya pemadaman melalui jalur darat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Satriyo Nurseno mengatakan helikopter belum dapat diterbangkan menuju lokasi kebakaran karena kondisi angin yang kencang dan tutupan awan yang mengganggu jarak pandang.

"Sebenarnya kami siap melakukan water bombing, tetapi cuaca tidak mendukung. Angin kencang menghambat helikopter saat akan naik. Kami tidak berani mengambil risiko turbulensi yang mengancam keselamatan kru, ditambah jarak pandang pilot yang terbatas akibat awan tebal," kata Satriyo, Minggu (13/9/2026).

Akibat kondisi tersebut, operasi pemadaman dari udara pada Minggu tidak dapat dilakukan. Padahal, dalam dua hari sebelumnya, helikopter telah menjatuhkan total 32.000 liter air di sejumlah titik yang dianggap rawan.

"Padahal pada Jumat dan Sabtu sebelumnya, helikopter berhasil menyiramkan total 32.000 liter air di titik-titik rawan," tambahnya.

 

 

​ Cuaca Buruk Lumpuhkan Water Bombong, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Bromo Dari Darat

Kebakaran Terdeteksi di Sabana Pengol

Kebakaran karhutla pertama kali terdeteksi di kawasan Sabana Pengol, Kabupaten Probolinggo. Tiupan angin kencang kemudian membuat api merambat hingga mencapai kawasan Jemplang, Kabupaten Malang.

Operasi water bombing sebelumnya telah dilakukan untuk membantu mengendalikan kebakaran. Pada Jumat, helikopter menjatuhkan sekitar 17.000 liter air di sejumlah titik api.

"Pada Sabtu, api merambat ke Jemplang sekitar pukul 16.20 WIB. Water bombing menyiramkan 15.000 liter air. Dan pada Minggu (13/9/2026) hari ini, operasi udara dihentikan total (0 liter); penanganan beralih penuh ke jalur darat," paparnya.

​ Cuaca Buruk Lumpuhkan Water Bombong, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Bromo Dari Darat

Operasi Udara Dihentikan

Dengan dihentikannya sementara operasi udara, ratusan personel gabungan kini dikerahkan untuk memperkuat penanganan melalui jalur darat.

Mereka terdiri atas personel Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang dan Probolinggo, TNI, Polri, serta relawan.

Petugas memprioritaskan upaya untuk mengendalikan perambatan api agar tidak mendekati kawasan permukiman warga.

"Fokus utama petugas adalah memutus rantai api agar tidak meluas ke pemukiman penduduk sekitar," tambah Satriyo.

Berdasarkan kondisi terakhir di lapangan, sejumlah vegetasi di sepanjang tebing dan lereng yang mengarah ke Gunung Bromo telah terbakar dan menghitam.

Meski demikian, tim gabungan masih melakukan penyisiran dan penyiraman pada titik-titik yang mengeluarkan asap untuk mencegah munculnya kembali api.

Operasi pemadaman melalui jalur darat terus dilakukan sembari menunggu kondisi cuaca memungkinkan helikopter kembali dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla.

​ Cuaca Buruk Lumpuhkan Water Bombong, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api Bromo Dari Darat

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya