Liputan6.com, Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) menargetkan Timur Tengah untuk memperluas pasar ekspor pada 2027. Rencana pengembangan pasar ekspor ke Timur Tengah sempat tertunda pada 2026.
Hal itu disampaikan Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Ilhamsyah Mahendra seperti dikutip dari Antara, Minggu (13/9/2026).
Advertisement
"Dan tentu Middle East menjadi pasar, target kita di tahun depan 2027,” tutur Ilhamsyah dikutip dari Antara.
Selain Timur Tengah, perseroan akan melanjutkan pengembangan pasar di sejumlah negara Eropa serta meningkatkan volume penjualan di Inggris, Vietnam, Filipina, dan India.
Strategi perluasan pasar tersebut dilakukan di tengah kondisi konsumsi timah dunia yang masih lebih tinggi dibandingkan produksinya.
PT Timah Tbk terus memperluas pasar global seiring perkembangan permintaan timah di sejumlah negara.
“Untuk pasar global, untuk informasi tahun 2026 ini PT Timah sudah melakukan perluasan,” tutur Ilhamsyah.
Ilhamsyah mengatakan, Filipina menjadi salah satu pasar baru perseroan di kawasan Asia. Sedangkan perluasan pasar ke Inggris menyasar pelanggan di Southampton.
PT Timah mencatat peningkatan porsi penjualan di sejumlah pasar yang telah ada, terutama India.
“Utamanya India yang signifikan, yang tadinya kontribusi market share India untuk pasar PT Timah hanya 5 persen, tahun ini tumbuh 12 persen,” ujar Ilhamsyah.
Menurut dia, peningkatan porsi pasar India antara lain sejalan dengan berkembangnya industri telepon seluler dan semikonduktor di negara tersebut. Perseroan juga mencatat pertumbuhan volume penjualan di Vietnam.
Berdasarkan laporan penjualan internal PT Timah periode Januari-Juni 2026, sebanyak 97 persen pemasaran logam timah perseroan ditujukan ke pasar ekspor, sedangkan pasar domestik memiliki porsi 3 persen.
Asia menjadi kawasan pemasaran terbesar dengan porsi 75%. China menyumbang 35%, disusul India dan Jepang masing-masing 12%, Korea Selatan 11%, Taiwan 3%, serta Filipina dan Vietnam masing-masing 1%.
Pasar Ekspor
Sedangkan Eropa memiliki porsi 19%, terdiri atas Belanda 9%, Italia 5%, serta Slovakia, Belgia, Hungaria, Turki, dan Inggris masing-masing 1%. Pasar Amerika memiliki porsi 3%.
Pada semester I-2026, produksi logam timah global tercatat sekitar 173,6 ribu ton, sedangkan konsumsi mencapai 179,3 ribu ton. Data perseroan menunjukkan terdapat defisit pasokan sekitar 3%pada periode tersebut.
Timah juga digunakan pada sejumlah industri manufaktur. Berdasarkan data yang dipaparkan perseroan, sekitar 53% konsumsi timah global digunakan untuk solder, diikuti bahan kimia berbasis timah 16% dan pelat timah (tinplate) 11%.
Ilhamsyah mengatakan, perkembangan konsumsi global menjadi salah satu pertimbangan perseroan untuk terus memperkuat basis pasar ekspornya.