Liputan6.com, Lumajang - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kian meliar. Pada Sabtu (12/9/2026), kobaran api dilaporkan telah merembet hingga ke kawasan Pos Jemplang, Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang, serta mengancam area sekitar objek wisata Bromo Hill Side.
Visual yang beredar memperlihatkan kepulan asap tebal dan kobaran api membubung tinggi di sepanjang jalur utama penyambung Kabupaten Malang dan Lumajang via Ranupane. Situasi sempat mencekam ketika puluhan pengunjung kafe Bromo Hill Side berhamburan menyelamatkan diri akibat jarak api yang kian mendekat.
Advertisement
"Pak, pak!" teriak seorang wanita dalam rekaman video akun @jawatimurpopuler, menggambarkan paniknya evakuasi mandiri di tengah kepungan asap yang membatasi jarak pandang.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha TNBTS, Bambang Suriyono, membenarkan pergerakan si jago merah yang telah menyentuh area strategis tersebut.
"Iya, (kebakaran) di Jemplang," kata Bambang, Minggu (13/9/2026).
Menanggapi kepanikan yang terjadi di Bromo Hill Side, Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, memastikan struktur fisik bangunan kafe hingga kini masih utuh dan terhindar dari jilatan api.
"Lokasi api memang berada di sekitar kafe, sehingga wajar jika pengunjung panik. Namun, kondisi kafe dipastikan masih aman," ujar Endrip.
Sebagai langkah darurat, pihak berwenang resmi menutup total jalur Lumajang–Malang via Ranupane karena situasi yang dinilai tidak kondusif bagi lalu lintas warga maupun pengunjung.
Gunung Bromo Ditutup Total
Eskalasi kebakaran yang kian tidak terprediksi memaksa Balai Besar TNBTS mengambil tindakan tegas. Mulai Sabtu (12/9/2026), seluruh akses menuju kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Penutupan tersebut mencakup empat pintu masuk utama. Diantaranya, Pintu Coban Trisula dan Jemplang di kabupaten Malang, Pintu Cemoro Lawang , di kabupaten Probolinggo dan pintu Wonokriti d Kabupaten Pasuruan
Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menegaskan bahwa kebijakan penutupan total diambil guna memperlancar pergerakan tim pemadam di lapangan sekaligus melindungi keselamatan wisatawan.
"Demi efektivitas pemadaman serta keamanan pengunjung, seluruh pintu masuk Gunung Bromo kami tutup total," tegas Rudijanta.
Bagi calon wisatawan yang telah melakukan pembelian tiket secara online, pihak pengelola memastikan hak konsumen tetap terlindungi melalui opsi permohonan pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) setelah kawasan dinyatakan aman dan dibuka kembali.