Liputan6.com, Jakarta - Arsenal memetik kemenangan 2-0 atas Sunderland di Stadium of Light, tetapi Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan amarahnya setelah wasit menghadiahkan penalti untuk tim tuan rumah pada awal babak kedua.
Gol The Gunners lahir dari tembakan keras Bruno Guimaraes dan eksekusi penalti Bukayo Saka pada masa injury time.
Advertisement
Dikutip dari Independent, Arteta menilai keputusan tersebut tidak bisa diterima pada level Premier League, meski hasil ini membuat Arsenal menjaga start sempurna dalam upaya mempertahankan gelar.
Arteta Geram Soal Penalti Untuk Sunderland
Insiden bermula saat Ezri Konsa dianggap melanggar Dan Ballard di dalam kotak. Wasit John Brooks langsung menunjuk titik putih dan keputusan itu kemudian ditinjau oleh VAR.
Arteta melihatnya berbeda. Menurutnya, Ballard—mantan pemain Arsenal—justru melakukan gerakan semacam judo roll sehingga tidak pantas diberi penalti. Dari titik 12 meter, Enzo Le Fee gagal menaklukkan David Raya yang membaca arah bola dengan tepat.
"Ini kemenangan yang luar biasa, tetapi semuanya bisa saja menjadi sangat berbeda," ujar Arteta kepada TNT Sports.
Ketika ditanya spesifik soal keputusan penalti tersebut, Arteta meluapkan kekecewaannya.
"Saya sangat kesal. Ini tidak bisa diterima di level seperti ini. Tidak bisa diterima. Ini bisa mengubah jalannya musim, bahkan perebutan gelar juara."
Ia mengaku sudah berkali-kali meninjau tayangan ulang untuk memastikan penilaiannya.
"Saya sudah melihatnya 10 kali untuk memastikan, karena saya melihatnya secara langsung dan saya berkata, ‘Tidak mungkin pada level seperti ini itu akan menjadi penalti.’ Karena itu adalah judo roll, begitulah adanya. Ini tidak boleh terjadi."
"Saya sudah berada di sepak bola selama hampir 28 tahun. Itu bukan penalti dalam kasus apa pun, di pertandingan mana pun, dalam konteks apa pun, di liga mana pun."
Emosi Arteta terlihat di pinggir lapangan. Ia menerima kartu kuning setelah meninggalkan area teknis.
David Raya Jadi Penentu Laga
Andaikan penalti itu berbuah gol, arah pertandingan bisa berubah drastis. Raya memastikan skenario itu tidak terjadi dengan performa gemilang di bawah mistar.
Selain menepis eksekusi Le Fee, kiper asal Spanyol itu juga melakukan penyelamatan krusial atas peluang Brian Brobbey pada penghujung laga.