Liputan6.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta akan menantang Persebaya Surabaya pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026) malam WIB. Laga tandang ini kembali membawa Laskar Mataram ke markas Persebaya, lokasi yang mereka singgahi pada awal musim lalu.
Pelatih Jean-Paul van Gastel menyambut antusias kesempatan tampil lagi di GBT. Ia menilai atmosfer stadion akan mendukung kualitas pertandingan yang dihadapinya bersama PSIM.
Advertisement
"Ya, pertama-tama saya pikir ini adalah pertandingan yang bagus untuk memulai kembali pertandingan tandang pertama kami di Surabaya seperti musim lalu," ujar Van Gastel pada Sabtu (12/9/2026).
"Saya sangat menantikannya untuk bermain di stadion seperti ini dengan banyak sekali pendukung. Jadi saya sangat bersemangat untuk berada di sini dan persiapan kami sejauh ini berjalan cukup baik," lanjutnya.
Memori Positif di GBT
PSIM menyimpan memori manis dari lawatan musim lalu ke Surabaya. Ketika itu, Laskar Mataram memetik kemenangan tipis 1-0 atas Persebaya berkat gol Ezequiel Vidal.
Bek PSIM, Jop van der Avert, turut menyoroti laga ini dengan merujuk pengalaman tim pada kunjungan sebelumnya.
"Ya, jadi ketika kami melakukan perjalanan ke sini saya bertanya kepada beberapa rekan yang bermain di pertandingan pertama di sini musim lalu saat liga dimulai," kata Van der Avert.
"Mereka memberi tahu saya tentang stadion yang bagus dan atmosfer yang luar biasa. Jadi saya pikir ya, bagi kami ini akan menjadi pertandingan yang sangat bagus. Mudah-mudahan bisa meraih tiga poin," sambungnya.
Sama-Sama Raih Satu Poin
Kedua tim memulai BRI Super League 2026/2027 dengan hasil imbang 1-1. PSIM berbagi angka dengan Persita Tangerang, sementara Persebaya ditahan Bhayangkara FC dengan skor identik.
Dengan hasil tersebut, PSIM mengoleksi satu poin dan menempati peringkat ke-11. Persebaya berada tepat satu tingkat di bawahnya.
Untuk laga di Surabaya, PSIM memboyong 25 pemain menghadapi Bajul Ijo. Satu nama yang tidak ikut serta adalah penjaga gawang muda Athaullah Daib.