Liputan6.com, Jakarta - Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan angkat bicara soal video viral, di mana ada seorang ibu terlihat duduk sambil mencium kamper bulat berwarna pink.
"Untuk mencegah pengguna tersebut naik Commuter Line kembali dan tidak mengganggu pengguna lainnya, KAI Commuter memberikan tindakan blacklist pengguna tersebut," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Advertisement
Leza mengklaim, pihaknya berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan para penggunanya di dalam perjalanan kereta Commuter Line. Di mana sudah menempatkan petugas Pengamanan kereta (PAM Walka) sebanyak 2 hingga 3 petugas di setiap perjalanan.
Dia berjanji, pihaknya ke depan akan segera mengambil langkah tegas bagi para penumpang KRL yang mengalami kejadian serupa atau tindakan berbahaya lainnya.
"Selanjutnya penumpang bisa langsung melaporkan kepada petugas PAM Walka yang ada di dalam kereta jika melihat tindakan yang membahayakan dan membuat tidak nyaman pengguna agar segera mendapatkan tindak lanjut petugas," kata Leza.
Leza pun berharap para pengguna ke depan selalu berperan aktif mengingatkan dan menjaga ketertibannya saat berada di dalam KRL.
"Intinya, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya menggunakan transportasi publik yang tertib, aman, dan nyaman," tutup dia.
Cerita Elsa
Sebelumnya, kejadian yang meresahkan penumpang KRL mencuat melalui utas akun Threads @elsaazhp. Dalam video yang dibagikan, seorang ibu terlihat duduk sambil mencium kamper bulat berwarna pink, yang kemudian jadi viral.
Elsa Azzahra (27), pemilik akun sekaligus penumpang KRL dalam video tersebut, menceritakan kronologi kejadian.
"Jadi, kejadian itu bermula saat saya naik kereta balik Manggarai-Bogor sekitar pukul 18.30. Saya dengar ibu itu sangat berisik marah-marah dari depan masuk pintu kereta," kata dia kepada Liputan6.com, Jumat (11/09/2026).
"Tidak lama, dia lalu ke arah bangku dan tepuk-tepuk ke saya lumayan agak kencang termasuk beberapa penumpang lain juga agar dia bisa duduk," sambungnya.
Elsa mengatakan, setelah memberikan kursinya, ibu tersebut mulai meracau dan berbicara tidak jelas.
Tak lama kemudian, ia melihat penumpang di sebelahnya menutup hidung saat ibu tersebut duduk di kursi yang telah diberikan.
"Ibu di sebelahnya tutup hidung. Enggak lama, dia membalas dengan nada agak sedikit mengejek dan mengeluarkan kamper sambil marah-marah," tutur dia.
Elsa menyebut tidak terlihat adanya petugas di gerbong tersebut, dan tidak ada penanganan terhadap ibu itu selama kejadian berlangsung.
"Tidak ada petugas. Pokoknya sepanjang perjalanan, dia marah-marah terus bahkan sempat nuduh orang fotoin, sampai dipaksa membuka galeri handphone, lalu akhirnya dia turun di Stasiun Tanjung Barat," jelas dia.