Wamendagri Dorong Anak Papua Punya Cita-Cita Besar

Dari anak Papua hingga menjadi Wamendagri, Ribka Haluk menitipkan pesan penting soal pendidikan.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 11 September 2026, 21:13 WIB
Wamendagri Ribka Haluk kunjungan kerja ke Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria. (Puspen Kemendagri)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong anak-anak Tanah Papua untuk memiliki cita-cita besar dan menjadi agen perubahan bagi daerahnya.

Pesan tersebut disampaikan Ribka saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (11/9/2026).

Di hadapan lebih dari 300 siswa SLH Gunung Moria yang berasal dari Tanah Papua, Ribka membagikan kisah perjalanan hidupnya sebagai anak Papua hingga dapat berkarier di pemerintahan. Ia menceritakan berbagai pengalaman yang dilaluinya, mulai dari menjadi camat, bupati, kepala dinas, hingga dipercaya sebagai Wamendagri.

Ribka menekankan pentingnya pendidikan dan ketekunan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. Menurutnya, kesempatan yang dimiliki para siswa saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya melalui proses belajar.

"Kamu harus jadi agent of change, kamu harus menjadi agen-agen yang bisa melakukan perubahan-perubahan. Hari ini nasib kita seperti ini, tapi besok kita tidak boleh seperti itu. Anda harus punya mimpi, Anda harus punya harapan, dan di sinilah tempat yang tepat," katanya.

 

Perjuang Ribka Menempuh Pendidikan

Ribka kemudian menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan di Papua. Ia mengisahkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan tinggal bersama orang tuanya, ia merantau untuk melanjutkan SMP dan SMA di Jayapura hingga menempuh pendidikan tinggi di kota tersebut.

Dalam proses penyusunan skripsi, Ribka mengaku pernah menghadapi berbagai keterbatasan. Meski hanya mengandalkan kopi untuk menemani penyusunan skripsi dan tinggal di kos dengan kondisi sederhana, ia tetap berhasil menyelesaikan pendidikan.

"Saya waktu susun skripsi hanya minum kopi dan tidak punya makanan, tapi saya harus ketik terus skripsi saya, dan saya selesai dengan lulusan terbaik. Dan itu perjuangan saya harus mendaki gunung, harus pindah-pindah," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ribka menyampaikan bahwa pengalaman lebih dari 30 tahun di birokrasi membuatnya semakin memahami pentingnya pendidikan dan kemauan untuk terus belajar. Meski telah menempuh pendidikan S1, S2, hingga S3 dan mendekati masa pensiun, Ribka masih memiliki keinginan untuk terus belajar.

Karena itu, ia mengajak para siswa SLH Gunung Moria memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan masa depan. Menurutnya, kehidupan perlu direncanakan agar seseorang terus berkembang dan tidak berjalan di tempat.

"Akhir dari cerita saya bahwa saya ingin hari ini kalian masuk 300 lebih, harus selesai juga 300 lebih, jangan sampai ada yang malas-malas, terus ada yang keluar kawin, lain-lain, harus (lulus) sesuai dengan cita-cita," tegasnya.

Sementara itu, Founder Yayasan Pendidikan Harapan Papua Aileen Hambali Riady menceritakan perjuangannya dalam mengembangkan pendidikan di Tanah Papua, termasuk hingga ke wilayah pedalaman. Ia mengatakan, anak-anak yang ditemuinya memiliki cita-cita untuk menjalani kehidupan dengan melayani sesama.

Menurut Aileen, cita-cita tersebut tercermin dari keinginan anak-anak untuk menjadi dokter maupun guru yang dapat melayani masyarakat. Semangat pelayanan juga terlihat dari para guru yang bersedia mengajar di tengah berbagai tantangan, termasuk persoalan keamanan.

"Bahwa itu semata-mata hanya karena tuntunan, bimbingan, dan kemurahan Tuhan. Begitu banyak guru-guru yang masuk ke pedalaman. Lalu juga dengan tantangan-tantangan keamanan. Namun guru-guru yang keluar bersedia masuk lagi dengan semangat, sukacita, dan banyak sekali hal, yang saya percaya, itu kalau bukan Tuhan, tidak mungkin," tandasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Ribka juga menyalurkan bantuan berupa sejumlah laptop kepada SLH Gunung Moria untuk mendukung kegiatan pembelajaran para peserta didik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) Jonathan L. Parapak serta para peserta didik dan tenaga pendidik SLH Gunung Moria.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya