Liputan6.com, Jakarta - Juicy Luicy menyampaikan klarifikasi terkait batalnya penampilan mereka di Batam setelah beberapa hari terakhir muncul berbagai informasi dan narasi mengenai keputusan tersebut. Melalui klarifikasi bertajuk "Yang Mungkin Perlu Orang Tahu", Juicy Luicy menjelaskan rangkaian kejadian yang berlangsung menjelang jadwal keberangkatan mereka.
Juicy Luicy menegaskan bahwa keputusan yang diambil pada saat itu bukan merupakan keputusan mendadak tanpa alasan. Seluruh proses yang dilakukan oleh band dan tim manajemen mengacu pada tata cara serta kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui bersama pihak penyelenggara.
Advertisement
Sejak H-7 acara, tim Juicy Luicy telah secara berkala meminta kepastian mengenai sejumlah kewajiban penyelenggara, termasuk pelunasan biaya penampilan serta kebutuhan perjalanan dan akomodasi. Namun, hingga mendekati hari keberangkatan, beberapa hal tersebut belum mendapatkan kepastian.
Pelunasan Diterima 18 Jam Sebelum Keberangkatan
Pelunasan biaya penampilan akhirnya diterima sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan tim menuju Batam. Pada saat itu, menurut Juicy Luicy, kelengkapan perjalanan seperti tiket, bukti penginapan sesuai kesepakatan, serta sejumlah kebutuhan lain masih belum diterima secara lengkap.
Situasi menjadi semakin mendesak karena tim berada di Bandung dan harus melakukan perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Selepas pukul 20.00 WIB, tim masih belum memperoleh kepastian penuh, sementara informasi yang diterima menyebutkan bahwa penerbangan menuju Batam kemungkinan dijadwalkan sekitar pukul 05.00 WIB.
Setelah tim menyampaikan bahwa mereka membutuhkan kepastian tiket sebelum berangkat menuju bandara, tiket keberangkatan akhirnya dikirimkan oleh pihak penyelenggara pada pukul 22.26 WIB. Namun, menurut keterangan Juicy Luicy, pada saat itu masih terdapat beberapa kebutuhan yang belum dilengkapi, antara lain bukti penginapan untuk dua malam, tiket kepulangan, serta prepaid extra baggage sebagaimana tercantum dalam riders.
Kebutuhan Bagasi Jadi Kendala Utama Menuju Batam
Persoalan bagasi kemudian menjadi salah satu kendala utama menjelang keberangkatan. Berdasarkan pengecekan yang dilakukan tim melalui situs maskapai, kebutuhan prepaid baggage diperkirakan mencapai sekitar Rp44 juta. Besarnya kebutuhan bagasi tersebut berkaitan dengan perubahan maskapai yang memiliki jatah bagasi sekitar 15 kilogram per orang, sehingga kebutuhan tambahan bagasi untuk membawa perlengkapan tim menjadi lebih besar.