6 Tips Sukses di Dunia Kerja

Simak enam tips agar bisa sukses di tempat kerja menurut pebisnis sukses ini.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 14 September 2026, 07:00 WIB
Ilustrasi orang percaya diri, cerdas, sukses, tersenyum. (Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Enam pendiri bisnis dan pemimpin ini membagikan tips untuk punya kualitas yang akan membuat Anda sukses menonjol di tempat kerja. Bagi beberapa pemimpin perusahaan, terkadang CV tidak lebih penting dari pola pikir, pertanyaan yang diajukan, dan apakah kamu siap mengambil peluang.

Melansir BBC, Senin (14/9/2026), berikut adalah enam kualitas yang paling menonjol dan tips dari pendiri bisnis untuk orang yang ingin sukses:

1. Jangan Berikan Batas pada Diri Sendiri

Pendiri merek produk kecantikan, Charlotte Tilbury, mengatakan salah satu hal terbesar yang mendorong karier adalah tidak membiarkan siapapun membatasinya. Dia berpendapat diri sendirilah yang memberi batasan, karena tidak ada yang mustahil.

“Tidak ada yang mustahil dalam hidup, yang ada hanya batasanmu sendiri,” tutur dia.

Tokoh terkemuka di industri kecantikan ini akan banyak yang tidak setuju, dan ada banyak orang yang mengatakan dia “gila” atau idenya tidak akan bekerja, namun penting untuk tidak menghiraukannya.

Tilbury menyarankan untuk tidak memikirkan kemunduran sebagai kesalahan, tetapi peluang untuk berpikir kembali dan berkembang.

“Saya tidak memikirkan kesalahan. Saya rasa masalah adalah peluang,” ujarnya.

Banyak tantangan terbesar yang dihadapinya berujung membuatnya menjadi pemimpin bisnis. Ia mengatakan, tantangan adalah peluang yang akan membawa Anda ke tempat lebih baik.

2. Pura-pura Percaya Diri

Salah satu pendiri merek deodoran Wild, Charlie Bowes-Lyon, mengatakan sikap jauh lebih penting daripada keterampilan sempurna.

“Bagi saya, 90% sikap dan 10% keterampilan, karena keterampilan bisa diajarkan, sikap tidak,” dia berpendapat.

Satu hal yang dia harap dia sadari lebih awal adalah, orang sukses terkadang tidak merasa sepercaya diri yang terlihat. Dia berpendapat, semua orang memalsukannya hingga benar-benar terjadi.

Saat melakukan wawancara kerja, penting untuk mengajukan pertanyaan di akhir, karena menurutnya kandidat yang mengatakan tidak ada pertanyaan jarang mendapatkan pekerjaan.

Pertanyaan yang bisa dicontoh adalah: “Bagaimana gambaran sukses di posisi ini?”

 

Tips Sukses Lainnya

Simak enam tips agar bisa menonjol dan sukses di tempat kerja menurut pebisnis sukses ini. (Unsplash/Maranda Vandergriff)

3. Tingkatkan Rasa Penasaran

Pengusaha serial di balik merek-merek seperti Beauty Pie dan Soap and Glory, Marcia Kilgore, mengatakan rasa penasaran adalah yang paling dicarinya saat merekrut.

Dia menghargai orang yang akan serius, bertanya banyak pertanyaan, dan memikirkan cara untuk membantu. Dia juga mengatakan komunikasi yang baik sangat penting, karena sering menjadi alasan hancurnya suatu hal.

Tipsnya dalam komunikasi di tempat kerja adalah: “dengarkan apa yang sedang ditanyakan dan bernapas sebentar sebelum merespon.”

Dia berpendapat respons tidak harus instan, tapi harus dipertimbangkan.

4. Lakukan Semua Hal

CEO dan pemilik Neal's Yard Remedies, Anabel Kindersley, mengujarkan salah satu cara membangun keterampilan adalah dengan mengambil semua peluang baru. Dia menyarankan untuk melakukan semua hal meskipun terasa kurang nyaman.

“Lakukan semuanya dan setujui semua hal, meskipun mungkin terasa tidak nyaman,” Kindersley menuturkan.

Ini adalah cara yang telah membangun karier, mulai dari aktor cilik, menjadi penulis, dan menjadi pebisnis.

Dia menambahkan kejujuran sangat penting, seperti mengenai pengalaman. Rasa percaya diri dengan apa yang dapat kamu tawarkan juga tidak kalah penting.

Saat merekrut, Kindersley mencari orang-orang yang memiliki “EQ setara dengan IQ”, yakni yang menghargai kecerdasan emosional sejajar dengan kemampuan

 

5. Keluar dari Zona Nyaman

Ilustrasi bekerja, bercanda bersama teman di kantor. (Photo by Brooke Cagle on Unsplash)

Group chief executive Lloyds Banking Group, Charlie Nunn, mengatakan rasa penasaran, kegigihan, dan keinginan yang meningkat untuk mengetahui bagaimana alat AI dapat digunakan di masa depan adalah kualitas yang paling dihargainya dalam karyawannya.

Dia juga menegaskan bahwa dia merekrut orang yang pandai bekerja dalam tim, karena di setiap pekerjaan, pasti akan bekerja bersama untuk meraih suatu yang lebih besar.

Ia menyarankan untuk membangun pengalaman adalah untuk mengambil peluang yang di luar zona nyaman.

Nunn mengatakan, dulu sangat takut untuk mengambil peran di bidang ritel pada awal kariernya, tetapi ternyata hal itu memberinya pengalaman berharga.

“Jika ada sesuatu yang terasa berisiko, cobalah melakukannya karena kamu akan belajar lebih banyak darinya dan hal itu akan memperkaya riwayat hidupmu dengan hal-hal yang sebelumnya tidak kamu miliki,” dia menegaskan.

 

 

6. Gunakan AI Tanpa Kebergantungan

Ilustrasi Artificial Intelligence (AI), kecerdasan buatan. (Image by rawpixel.com on Freepik)

Chairman dan chief executive dari perusahaan rekrutmen Reed, James Reed, menuturkan salah satu kesalahan terbesar yang orang pikirkan adalah apa yang perusahaan bisa berikan dibandingkan sebaliknya.

"Kesalahan terbesar adalah berpikir dunia berutang hidup padamu,” kata Reed.

Saat AI semakin masif digunakan dalam proses rekrutmen, Reed mengatakan pelamar harus memikirkan bagaimana keterampilan mereka dibaca oleh teknologi dan manusia.

“Cobalah sesuaikan deskripsi pekerjaan dengan keterampilan dan pengalaman dalam lamaran,” katanya, agar kesesuaian antara apa yang dicari pemberi kerja dan apa yang dapat ditawarkan menjadi jelas.

Dia menggambarkan AI sebagai “alat luar biasa”, namun menurutnya itu tidak boleh menggantikan penilaian dan suara Anda sendiri. Dia mengatakan AI harusnya digunakan untuk memperkuat lamaran, dibanding menunggunya mengerjakan apa yang seharusnya jadi pekerjaan Anda.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya