Liputan6.com, Jakarta - Polisi menyebut dua orang yang diduga terlibat dalam penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, telah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) atas sejumlah tindak kriminal yang dilakukan di berbagai tempat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, identifikasi dilakukan setelah ponsel milik salah satu korban, Wili Mbuik, digunakan untuk melakukan dua kali panggilan video kepada keluarganya.
Advertisement
“Ya kita sudah identifikasi. Ini betul terduga pelaku. Ada dua kali itu, dia video call ada dua kali menggunakan nomor korban yang handphone-nya dibolarii oleh pelaku,” kata Yusuf dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Menurut Yusuf, PN dan KT bukan nama baru dalam DPO. Keduanya masuk DPO dalam kasus penculikan pilot yang terjadi pada 2023. Pilot tersebut berhasil dibebaskan pada 2024.
“Dan memang kedua orang ini masuk dalam DPO kita, terkait dengan kasus penculikan pilot yang berhasil kita bebaskan tahun lalu 2024. Yang kejadian itu ada penculikannya di 2023,” ujarnya.
Selain kasus penculikan pilot, keduanya juga masuk DPO terkait kasus penyerangan terhadap pekerja PT Istaka Karya pada 2019.
“Lalu DPO juga kasus kejadian pembantaian PT Istaka Karya di tahun 2019, yang mana mereka melakukan perampokan serta menculik dan membunuh puluhan karyawan atau pegawai PT Istaka Karya yang pada saat itu sedang melakukan pembangunan trans jalan di Papua,” sambung Yusuf.
Yusuf juga menyebut kelompok tersebut pernah dikaitkan dengan insiden penembakan saat pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Dalam peristiwa itu, dua pekerja katering menjadi korban ketika hendak mengantarkan konsumsi kepada panitia.
“Dan kelompok mereka ini juga yang melakukan peristiwa penembakan pada saat berlangsungnya pembukaan festival Lembah Bellium di Wamena,” kata Yusuf.
“Yang ada hanya ketika pada saat berlangsungnya pembukaan festival lembah Bellium, itu terjadi kasus penembakan dan menimpa dua korban pada saat itu adalah orang catering yang akan mengantar konsumsi untuk dimakan kepada panitia,” ujarnya.
Jejak Pelaku Diburu
Polisi kini masih memburu PN dan KT. Ponsel milik korban yang digunakan untuk melakukan panggilan video kepada keluarga menjadi salah satu petunjuk untuk membantu mendeteksi keberadaan mereka.
“Betul. Jadi memang ini merupakan juga alat untuk bisa dapat membantu kita guna kita dapat mendeteksi keberadaan pelaku pada saat ini,” ujar Yusuf.
Namun, pengejaran tidak mudah karena para terduga pelaku diduga dapat berbaur dengan masyarakat atau melarikan diri ke kawasan hutan yang menjadi tempat persembunyian.
“Karena biasanya mereka itu berbaur dengan masyarakat biasa pada umumnya di Papua ini. Atau mereka juga lari pergi masuk ke dalam hutan kembali ke tempat persembunyiannya,” katanya.