Gaun Balas Dendam Putri Diana Dilelang, Harganya Diperkirakan Capai Rp 4,7 Miliar

Putri Diana mengenakan gaun itu hanya beberapa jam setelah Pangeran Charles, suaminya saat itu yang kini menjadi Raja Charles III, mengakui perselingkuhannya.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 11 September 2026, 09:00 WIB
Patung lilin Putri Diana. (dok. Sébastien DUPUY / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gaun hitam yang dikenakan Putri Diana pada salah satu malam paling kontroversial dalam hidupnya akan kembali menjadi pusat perhatian. Busana yang kemudian dikenal sebagai "gaun balas dendam" itu untuk pertama kalinya dalam hampir 30 tahun akan ditawarkan dalam pelelangan Sotheby's dengan nilai yang diperkirakan mencapai USD 300 ribu atau sekitar Rp 4,7 miliar.

Gaun rancangan desainer Yunani Christina Stambolian tersebut akan menjalani rangkaian pameran internasional sebelum dilelang di New York pada 9 Desember 2026. Sotheby's akan membuka pameran di London pada 18 September, dilanjutkan ke Hong Kong, Jenewa, dan New York.

"Fashion dapat menjadi bahasa ketika kata-kata gagal atau tidak lagi cukup. Putri Diana memahami naluri itu secara mendalam," kata Morgane Halimi, kepala divisi handbags and fashion Sotheby's, melansir CNN, Jumat (11/9/2026).

Diana mengenakan gaun itu pada 29 Juni 1994 ketika menghadiri pesta di Serpentine Gallery, London. Penampilannya muncul hanya beberapa jam setelah Pangeran Charles, suaminya saat itu yang kini menjadi Raja Charles III, mengakui perselingkuhannya dalam sebuah dokumenter ITN.

Pengakuan tersebut menjadi konsumsi publik setelah media Inggris lebih dulu membocorkan kabar perselingkuhan Charles. Dokumenter yang memuat pengakuan itu kemudian ditonton sekitar 13 juta orang di seluruh Inggris.

Diana justru tampil mencuri perhatian malam itu. Ia mengenakan gaun sutra hitam berpotongan pas badan dengan bagian bahu terbuka. Sepatu hak tinggi dan tas genggam berwarna hitam melengkapi penampilannya, sementara kuku merah menyala serta choker berhias permata memberikan aksen kontras.

Choker tersebut juga memiliki kisah tersendiri. Perhiasan itu dibuat menggunakan bros safir dan berlian antik yang pernah diberikan Ratu Elizabeth, The Queen Mother, pada Diana sebagai hadiah pernikahan.

 

Simbol Keberanian Diana

Patung lilin Putri Diana. (dok. Sébastien DUPUY / AFP)

Penampilan tersebut kemudian menjadi simbol keberanian Diana dalam mengendalikan citranya di tengah tekanan publik dan sorotan media. Julukan "gaun balas dendam" pun melekat pada busana itu hingga bertahan selama puluhan tahun.

Pilihan warna hitam Diana juga menabrak kebiasaan kerajaan pada masa itu. Busana hitam umumnya dikaitkan dengan suasana berkabung atau pemakaman ketika dikenakan anggota keluarga kerajaan.

Stambolian sebenarnya telah membuat gaun tersebut beberapa tahun sebelumnya. Diana menyimpannya di dalam lemari selama tiga tahun karena menganggap desainnya terlalu berani.

Ia akhirnya memilih mengenakannya secara spontan pada malam yang kemudian menjadi salah satu momen mode paling terkenal dalam sejarah kerajaan Inggris. Halimi menilai keputusan tersebut menunjukkan kemampuan Diana menggunakan busana sebagai alat komunikasi.

"Diana mengubah gaun itu menjadi salah satu pesan paling kuat yang pernah ia sampaikan, dengan caranya sendiri, pada salah satu periode hidupnya yang paling diawasi dan penuh tekanan emosional," ujar Halimi.

 

Warisan yang Lebih Kuat dari Skandal

Patung lilin Putri Diana. (dok. Sébastien DUPUY / AFP)

Dampak gaun balas dendam tersebut terus berkembang setelah kematian Diana. Busana itu menjadi bagian dari budaya populer dan menginspirasi berbagai representasi dalam dunia mode, media sosial, hingga serial televisi seperti The Crown.

Halimi menyebut warisan gaun tersebut kini lebih kuat daripada skandal yang melatarbelakangi kemunculannya. Penampilan Diana menunjukkan bahwa pakaian dapat digunakan secara sengaja untuk membangun kepercayaan diri sekaligus menyampaikan pesan.

Harga jual gaun balas dendam itu berpeluang melampaui estimasi Sotheby’s. Pada 2023, sebuah gaun Diana yang relatif kurang dikenal terjual USD 604.800. Sweater bermotif domba hitam miliknya bahkan mencapai lebih dari USD 1,1 juta pada tahun yang sama dan mencetak rekor lelang.

"Putri Diana berjalan menuju malam terburuk dalam hidupnya dan Anda tidak akan pernah mengetahuinya dari penampilannya. Gaun itu berubah dari busana pesta menjadi sebuah pernyataan dalam waktu yang dibutuhkan untuk memotretnya," kata pemilik anonim yang membeli gaun tersebut pada 1997.

 

Galang Dana Amal

Putri Diana meninggalkan Savoy Hotel di London, Inggris, pada 19 Maret 1997, tempat ia menghadiri Daily Star Gold Awards 1996. Diana kembali dari kunjungan pribadi ke Afrika Selatan pada 18 Maret 1997. (JOHN STILLWELL/PA/AFP)

Pemilik tersebut memperoleh gaun itu ketika Diana melelang 79 koleksi busananya pada Juni 1997. Pelelangan tersebut bertujuan menggalang dana untuk kegiatan amal yang berkaitan dengan kanker payudara dan AIDS.

Setelah berpindah tangan, gaun tersebut sempat tampil dalam sejumlah acara penggalangan dana di Skotlandia. Busana itu kemudian terakhir dipamerkan di Paisley Museum sebelum kembali muncul ke publik melalui rangkaian pameran Sotheby's.

Koleksi penjualan juga akan mencakup salinan langka katalog pelelangan 1997. Katalog tersebut memuat keterangan penjualan, serta tanda tangan Diana dan Stambolian.

Sebagian hasil pelelangan akan disalurkan pada NHS Lothian Charity, organisasi amal layanan kesehatan di Skotlandia. Setelah menyelesaikan rangkaian pameran di London, Hong Kong, dan Jenewa, gaun balas dendam tersebut akan tiba di New York pada 2 Desember sebelum dilelang tujuh hari kemudian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya