LRT Jabodebek Layani 21,8 Juta Pengguna hingga Agustus 2026

LRT Jabodebek mencatat 21,8 juta pengguna sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan peningkatan terjadi pada hari kerja maupun akhir pekan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 September 2026, 16:55 WIB
LRT Jabodebek melayani 21.809.797 pengguna sepanjang Januari-Agustus 2026. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - LRT Jabodebek melayani 21.809.797 pengguna sepanjang Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 19,04 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 18.320.640 pengguna.

Pertumbuhan juga tercatat pada rata-rata jumlah pengguna di hari kerja. Sepanjang Januari-Agustus 2026, rata-rata pengguna mencapai 114.759 orang per hari atau naik 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 95.732 orang per hari.

Khusus Agustus 2026, LRT Jabodebek melayani 2.730.450 pengguna, meningkat 7,16 persen dibandingkan Agustus 2025 yang tercatat 2.547.972 pengguna. Rata-rata pengguna pada hari kerja juga naik 10,5 persen, dari 101.538 menjadi 112.192 orang per hari.

Peningkatan penggunaan LRT Jabodebek tidak hanya terjadi pada hari kerja. Pada akhir pekan dan hari libur nasional sepanjang Agustus 2026, rata-rata pengguna mencapai 49.900 orang per hari, tumbuh 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 47.020 orang per hari.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan pola perjalanan masyarakat dengan transportasi publik semakin beragam.

“Berdasar data pengguna, kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik tidak berhenti pada perjalanan berangkat dan pulang kerja. Ada yang menggunakan LRT untuk melanjutkan perjalanan dengan moda lain, menuju pusat kegiatan, maupun melakukan aktivitas pada akhir pekan. Karena itu, perhatian utama bukan hanya jumlah pengguna, tetapi bagaimana perjalanan mereka bisa berlangsung dengan lebih mudah dan nyaman,” ujar Radhitya.

Perubahan pola perjalanan tersebut juga terlihat dari aktivitas tap in dan tap out di sejumlah stasiun. Di Stasiun Kampung Rambutan, misalnya, jumlah tap in meningkat 20,4 persen dari 54.282 pada 2025 menjadi 65.363 pada 2026. Sementara tap out naik 21,3 persen dari 52.086 menjadi 63.203.

Di Stasiun Jatimulya, jumlah tap in tumbuh 12 persen dari 135.366 menjadi 151.628 pengguna. Adapun tap out meningkat 9 persen dari 131.144 menjadi 142.916.

Pertumbuhan serupa terjadi di Stasiun Harjamukti. Jumlah tap in meningkat 11,7 persen dari 286.920 pada 2025 menjadi 320.366 pada 2026. Sementara tap out naik 9,6 persen dari 296.632 menjadi 325.199 pengguna.

 

Perjalanan Terintegrasi

LRT Jabodebek melayani 21.809.797 pengguna sepanjang Januari-Agustus 2026. (Istimewa)

Menurut Radhitya, pertumbuhan tersebut juga tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan yang terintegrasi. Konektivitas LRT dengan berbagai moda transportasi membuat perjalanan pengguna dapat dilanjutkan hingga mencapai tujuan akhir.

Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, misalnya, terhubung dengan Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, dan TransJakarta. Sementara Stasiun Cikoko terhubung dengan Commuter Line dan TransJakarta.

Adapun Stasiun Halim terhubung langsung dengan layanan kereta cepat Whoosh menuju Bandung. LRT Jabodebek juga memiliki konektivitas dengan sejumlah layanan pengumpan di beberapa stasiun untuk mendukung perjalanan masyarakat dari dan menuju kawasan sekitar.

“Pertumbuhan pengguna tentu menjadi hal positif, tetapi yang lebih penting adalah memastikan LRT Jabodebek tetap relevan dengan kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus berkembang,” tutup Radhitya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya