Benci Utang dan Iklan, Cara Unik Miliarder India Jadi Raja Ritel

Menjauh dari media dan tahan ekspansi utang, Radhakishan Damani sukses bangun raksasa ritel DMart hingga berharta Rp 289 triliun.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 11 September 2026, 07:00 WIB
Dmart. (Dok dmartindia.com)

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah riuk-pikuk dunia bisnis modern yang identik dengan publisitas tinggi dan aktivitas media sosial, Radhakishan Damani justru memilih jalan sebaliknya. Tokoh bisnis dan investor kawakan asal India ini dikenal sangat menjaga privasi. Ia jarang memberi wawancara dan selalu menjauh dari sorotan publik. Meski bergerak dalam senyap, pria yang dijuluki 'Silent Billionaire' ini sukses membangun salah satu imperium ritel paling menguntungkan di India.

Perjalanan hidup Damani dibentuk oleh disiplin finansial, strategi jangka panjang, dan keberanian mengambil keputusan secara mandiri. Berdasarkan data Business Outreach, kekayaan bersih (net worth) Damani diperkirakan mencapai US$ 16,5 miliar atau sekitar Rp 289 triliun (kurs Rp 17.574 per US$) dan mengukuhkan posisinya di jajaran teratas orang terkaya India dan dunia.

Namun, sukses ini tidak diraih secara instan, melainkan hasil akumulasi pengalaman bertahun-tahun di pasar modal sebelum akhirnya merambah ke dunia ritel. Lahir pada 15 Maret 1954 di Bikaner, Rajasthan, Damani tumbuh di keluarga pialang saham (stockbroker).

Melansir 5paisa, Jumat (11/9/2026), ia sempat merintis bisnis perdagangan perlengkapan otomotif (auto ancillary). Namun, kepergian sang ayah yang wafat mendadak memaksa Damani menutup bisnisnya. Pada usia 32 tahun, ia resmi terjun ke lantai bursa Dalal Street untuk melanjutkan usaha bursa saham keluarga.

Di pasar modal, Damani menarik perhatian berkat penampilannya yang khas: kemeja dan celana serbaputih. Penampilan unik ini membuatnya dijuluki 'Mr. White and White'. Ketajamannya dalam membaca analisis fundamental teruji saat menghadapi dua skandal bursa terbesar di India, yakni skandal Harshad Mehta (1992) dan Ketan Parekh (2001).

Saat Mehta memanipulasi harga saham hingga melambung tinggi, Damani justru mengambil posisi short selling karena yakin harga tersebut terlalu semu. Ketika skandal terbongkar, Damani berhasil memetik keuntungan finansial yang sangat besar dari prinsip investasi nilai (value investing) yang ia pegang teguh.

Peralihan Berani dari Bursa Saham ke Ritel

Radhakishan Damani (Dok iihs.co.in)

Sukses sebagai investor independen bahkan sempat menjadi mentor bagi nama besar seperti Rakesh Jhunjhunwala tidak membuat Damani cepat puas. Sebelum terjun sepenuhnya ke bisnis ritel, ia sempat mengoperasikan waralaba toko serba ada Apna Bazaar pada 1999. Dari sana, ia merasa konsep yang berjalan kurang efisien dan memilih merancang model bisnisnya sendiri.

Pada tahun 2000, Damani mendirikan Avenue Supermarts Ltd. dan membuka gerai supermarket pertamanya, DMart, di Powai, Mumbai, pada 2002. Berbeda dari pengusaha lain yang agresif berekspansi menggunakan utang, Damani memilih langkah yang sangat terukur.

Butuh waktu delapan tahun baginya hanya untuk membuka 10 gerai pertama. Ia memastikan setiap gerai memiliki fondasi operasional dan efisiensi yang matang sebelum menambah gerai baru lewat strategi berbasis kluster (cluster-based expansion).

Keberhasilan Damani menakhodai DMart berakar pada filosofi operasional yang unik. Saat kompetitor sibuk menyewa tempat di mal-mal mewah berbiaya tinggi, Damani memilih membeli dan memiliki sendiri tanah serta bangunan gerainya. Langkah ini secara drastis menekan beban operasional jangka panjang dan membebaskannya dari risiko kenaikan harga sewa.

Selain efisiensi biaya, Damani menjaga hubungan yang sangat baik dengan para pemasok (suppliers). Jika rata-rata industri ritel India melunasi tagihan pemasok dalam 21 hingga 30 hari, Damani menetapkan pembayaran cepat dalam kurun waktu 11 hari. Kepastian arus kas ini membuat pemasok bersedia memberikan potongan harga khusus. Diskon tersebut kemudian dialihkan Damani menjadi potongan harga harian bagi konsumen kelas menengah—pasar utama DMart.

Warisan Kesederhanaan dan Pelajaran Kewirausahaan

Meski berstatus miliarder beraset triliunan rupiah, Damani tetap mempertahankan gaya hidup sederhana. Ia terbiasa mengambil keputusan berdasarkan data rasional, kalkulasi rasio finansial, dan pemahaman mendalam atas kebutuhan masyarakat, bukan sekadar dorongan intuisi atau tren sesaat.

Kombinasi antara analisis pasar yang tajam, kedisiplinan mengelola risiko tanpa tumpukan utang, serta kepemimpinan yang berfokus pada efisiensi menjadikan Radhakishan Damani figur fenomenal di Asia. Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa bisnis yang kokoh tidak selalu membutuhkan sorotan kamera, melainkan eksekusi yang disiplin, kesabaran, dan nilai nyata bagi konsumen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya