Gempa Susulan NTT Terus Terjadi, Ini Data Terbarunya

Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 05.00 WIB, tercatat ada belasan ribu gempa susulan terjadi.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 10 September 2026, 06:17 WIB
Rumah rusak akibat gempa NTT. (BNPB)

 

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data gempa susulan pascagempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

Hingga Kamis (10/9/2026) pukul 05.00 WIB, tercatat ada belasan ribu gempa susulan terjadi.

"Total gempa bumi susulan 14.236," demikian seperti dikutip dari laman Instagram BMKG.

Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil 0,9. BMKG juga mencatat 38 gempa susulan bermagnitudo di atas 5, sementara ratusan gempa lainnya dirasakan masyarakat.

"Gempa susulan dirasakan 184," demikian seperti dikutip.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Selasa (8/9/2026), tercatat puluhan warga meninggal dunia, baik akibat dampak langsung maupun tidak langsung.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengungkapkan, proses pendataan hingga kini masih terus berjalan.

"Data per hari ini, jumlah yang meninggal akibat gempa bumi tersebut sebanyak 48 orang. Ini adalah warga yang terdampak langsung oleh gempa bumi," ujar Berton dalam konferensi pers secara daring, Selasa (8/9/2026).

Selain korban langsung, menurut dia, terdapat angka kematian korban gempa tidak langsung.

"Namun demikian, ada 87 orang yang meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa bumi," ucap Berton.

Total korban meninggal dunia akibat gempa bumi, baik yang terdampak langsung maupun tidak langsung, mencapai 135 orang.

Selain itu, Berton memaparkan, terkait bantuan logistik, BNPB memastikan bantuan terus mengalir ke wilayah terdampak melalui dua pintu utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

"Hingga hari ini, kami sudah menyampaikan 2.165 ton bantuan ke NTT. Bantuan tersebut disampaikan melalui Labuan Bajo dan juga Maumere. Dan ini untuk Labuan Bajo kami sudah menyampaikan 1.379 ton dan untuk Maumere 652 ton," papar dia.

Data Kerusakan

Berton juga memaparkan skala kerusakan infrastruktur yang dilaporkan kepada BNPB. Tercatat ada 98.986 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan kategori berat, sedang, hingga ringan.

"Adapun rumah rusak saat ini kami memperoleh informasi sebesar 98.986 rumah rusak. Dan ini terbagi atas 3 kategori rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan," ucap Berton.

Tidak hanya rumah, lanjut dia, fasilitas publik juga terdampak cukup signifikan. Data BNPB menunjukkan kerusakan terjadi pada 712 fasilitas pendidikan, 157 fasilitas kesehatan, serta 663 unit perkantoran.

Saat ini, menurut Berton, tim BNPB masih terus melakukan validasi lapangan untuk memastikan akurasi data rumah rusak yang dilaporkan. Dari total laporan yang masuk, kata dia, sebanyak 51.591 rumah telah selesai diverifikasi.

Berikut rincian hasil verifikasi sementara:

-Rusak Berat: 2.382 unit

-Rusak Sedang: 7.276 unit

-Rusak Ringan: 14.177 unit

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya