Usai FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura Jamu Brasil dan Paraguay di FIFA Matchday November 2026

Usai FIFA ASEAN Cup 2026, Singapura menjamu Paraguay (13/11) dan Brasil empat hari kemudian di National Stadium; laga uji ini mengarah ke Piala Asia 2027.

oleh Hery KurniawanDiterbitkan 09 September 2026, 22:45 WIB
Penyerang Timnas Singapura, Ilhan Fandi, merayakan gol ke gawang Timor Leste pada laga kedua Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura, Senin (27-7-2026). (Dok. aseanutdfc.com)

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Singapura menyiapkan dua lawan papan atas pada FIFA Matchday November 2026. Paraguay akan lebih dulu dijamu pada 13 November 2026 di National Stadium, Singapura, lalu empat hari kemudian di venue yang sama giliran Brasil yang datang.

Agenda tersebut hadir setelah partisipasi The Lions di FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen di mana mereka berada satu grup dengan Timnas Indonesia.

Kedua laga kandang itu masuk program persiapan skuad arahan pelatih muda Gavin Lee.


Uji Kelas Dunia Menuju Piala Asia 2027

Ilhan Fandi mencetak gol kemenangan Timnas Singapura atas Kamboja pada laga pertama Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Nasional, Phnom Penh, Jumat (25-7-2026). (Dok.aseanutdfc,com)

Dua uji coba kontra Paraguay dan Brasil menawarkan tantangan besar mengingat reputasi dan kualitas kedua wakil Amerika Selatan tersebut.

Singapura memposisikannya sebagai ajang pematangan tim sebelum tampil di Piala Asia 2027 yang digelar di Arab Saudi pada Januari 2027.

Dengan perbedaan level yang nyata, tidak tertutup kemungkinan publik Singapura menyaksikan kekalahan dengan skor besar dalam duel-duel ini.


Generasi Baru di Bawah Gavin Lee

Di bawah komando Gavin Lee, Timnas Singapura tengah membangun generasi baru untuk menopang rencana jangka menengah tim.

Sejumlah pemain senior seperti kapten Hariss Harun dan kiper Izwan Mahbud tetap dipertahankan untuk memberi keseimbangan pengalaman.

Bersamaan dengan itu, banyak pemain muda mulai matang, termasuk talenta dari keluarga Fandi. Saat ini Singapura juga tidak lagi terlalu mengandalkan pemain naturalisasi sebagaimana era awal 2000-an, dengan komposisi yang lebih bertumpu pada pemain asli.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya