Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 29 pelajar dari Jakarta mengikuti program pembinaan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah terjaring Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya seusai aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026.
Program tersebut berlangsung pada 5-14 September 2026. Berdasarkan surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor e-26012/PK.01.03 tertanggal 3 September 2026, kegiatan digelar di Standby Force Tentara Nasional Indonesia (TNI), Citeureup, Kabupaten Bogor.
Advertisement
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, pihaknya mengikuti kegiatan tersebut setelah menerima undangan dari Polda Metro Jaya.
Menurutnya, program pembinaan itu merupakan inisiatif Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya.
“Belum bisa pastikan mereka ikut demo atau tidak. Tapi yang jelas, mereka adalah anak-anak di bawah umur yang terjaring oleh Direktorat PPA-PPO di Polda,” kata Nahdiana dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Nahdiana membenarkan 29 pelajar tersebut berada di Polda Metro Jaya setelah aksi demonstrasi. Namun, dia menegaskan keterlibatan mereka dalam aksi belum dapat dipastikan.
“Pada saat kemarin habis demo, memang mereka ada di Polda. Tapi, apakah mereka ikut demo semua dari 29 anak itu atau tidak, belum sampai sejauh itu,” ujarnya.
Menurut Nahdiana, penanganan terhadap para pelajar lebih diarahkan pada edukasi dan pembinaan. Karena itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta turut serta dalam program yang disiapkan Polda Metro Jaya.
“Karena penanganannya lebih kepada gimana anak-anak ini diedukasi terlebih dahulu. Dan Polda punya program yang bagus, jadi ikut serta,” ungkap Nahdiana.
Dia menjelaskan, pembekalan Bela Negara bagi peserta KKRI dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor. Program tersebut dikoordinasikan Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai sarana pendidikan, pembinaan, pemulihan, dan penguatan karakter anak dengan pendekatan edukatif serta humanis.
“Dalam kegiatan ini, peserta diperkuat dalam hal kedisiplinan, integritas, tanggung jawab, pengendalian diri, dan wawasan kebangsaan,” kata Nahdiana.
Program Pembinaan
Nahdiana menegaskan, pembekalan Bela Negara merupakan bagian dari proses pendampingan agar para pelajar dapat berkembang secara positif.
Program pembinaan tersebut tidak hanya melibatkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Penanganannya juga dikoordinasikan dengan sejumlah instansi, termasuk unsur PPA dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP).
“Dari kami bukan hanya dari Dinas Pendidikan, ada PPA, ada Dinas PPAPP. Nah dari mereka juga koordinasi,” ujar Nahdiana.
Selama mengikuti pembekalan, para pelajar dibina oleh petugas dari Polda Metro Jaya. Nahdiana memastikan keikutsertaan mereka telah mendapat persetujuan orang tua.
“Kan mereka dilatih oleh petugas dari Polda, kan itu juga ada persetujuan orang tua, diantar orang tua. Nanti kami jemput setelah selesai,” ujar Nahdiana.