Kenapa Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda?

Basarnas Banten menjelaskan pencarian melalui udara belum dilakukan karena lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban berada di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih aktif.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 09 September 2026, 19:16 WIB
Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 5 jurnalis yang hilang kontak di Perairan Anak Krakatau. (Liputan6.com/ Dok Basarnas)

Liputan6.com, Jakarta - A Tim SAR gabungan belum menggunakan helikopter untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Kondisi gunung yang masih aktif menjadi salah satu pertimbangan utama Basarnas.

BACA JUGA: Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Erupsi Anak Krakatau

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Banten Al Amrad mengatakan pihaknya telah berkoordinasi untuk menentukan metode pencarian yang paling aman.

Saat ini, operasi masih difokuskan menggunakan kapal di sejumlah sektor perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Menurut Al Amrad, lokasi yang menjadi dugaan titik keberadaan korban berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut membuat penggunaan helikopter memiliki risiko tersendiri.

"Sama dengan kami yang sudah koordinasikan sejauh itu.Dengan kondisi, karena ini posisi datum target korban adalah di sekitaran Anak Gunung Krakatau. Dan sekarang Gunung Krakatau masih posisi aktif, akan sulit bila pencarian (dengan helikopter)," kata Al Amrad.

 

 

 

 

Daftar Nama Lima Jurnalis yang Hilang

Tim SAR masih menyisir perairan Selat Sunda, mulai dari Dermaga Panjang menuju Pulau Sebesi hingga kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau. (Liputan6/Ardi Munthe)

Selain aktivitas gunung, Basarnas juga mempertimbangkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai zona berbahaya di sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Dan di situ dari PVMBG menyatakan bahwa dengan radius 3 kilometer," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pencarian sementara dilakukan melalui jalur laut. Tim SAR membagi wilayah operasi ke sejumlah sektor dan mengerahkan kapal dari berbagai unsur untuk menyisir perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas tiga kru speedboat dan lima jurnalis. Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal (ABK); Heriyanto (49), pemandu atau guide; serta lima jurnalis, yaitu M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis lepas.

Pencarian terhadap delapan orang tersebut terus dilakukan dengan melibatkan tim SAR dari Lampung dan Banten serta unsur lainnya.

Hingga hari kedua, keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya masih belum diketahui.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya