Robot Anjing dan Humanoid AiMOGA Melenggang di Indonesia, Berapa Harganya?

AiMOGA Robotics memboyong dua inovasi robotik terbarunya ke Indonesia, robot humanoid 'Mornine' dan robot anjing pintar 'Argos'. Berikut fungsi dan harganya.

oleh IskandarDiterbitkan 09 September 2026, 18:21 WIB
Robot humanoid 'Mornine' dan robot anjing pintar 'Argos' besutan AiMOGA. Liputan6.com/Iskandar

Liputan6.com, Jakarta - Era kecerdasan buatan (AI) dan robotika makin nyata di Indonesia. Perusahaan robotika di bawah naungan Chery Group, AiMOGA Robotics, memboyong dua inovasi robotik terbarunya ke pasar Tanah Air, yakni robot humanoid 'Mornine' dan robot anjing pintar 'Argos'.

Sales & Development Manager AiMOGA, Winny Cinthya, menjelaskan hadirnya kedua lini robot ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar korporat (B2B) maupun konsumen individu (B2C).

"Saat ini, line-up yang baru tersedia di Indonesia itu ada Mornine dan Argos. Keunggulan utama AiMOGA dibandingkan robot lainnya, untuk humanoid-nya (Mornine) memang sudah ada basis AI-nya. Dia bisa autonomous, bisa jalan-jalan, dan fungsi utamanya sebagai asisten manusia untuk pekerjaan yang tidak terlalu ribet," ujar Winny saat ditemui di pembukaan AiMOGA Experience Store di Jakarta.

Mornine dirancang sebagai robot humanoid pintar yang berfokus pada pelayanan publik dan kebutuhan komersial. Dengan tinggi 167 cm dan bobot 70 kg, Mornine dibekali kulit silikon biomimetik pada bagian wajah dengan 15 degrees of freedom (DoF) untuk menampilkan ekspresi emosional yang alami.

Di area ritel, diler otomotif, rumah sakit, maupun pusat perbelanjaan, Mornine berfungsi memandu pengunjung, menjawab pertanyaan navigasi dasar, hingga menjelaskan produk secara interaktif. Winny mencontohkan penggunaan Mornine sebagai asisten di area publik seperti gedung Agora.

Robot humanoid 'Mornine' besutan AiMOGA. Liputan6.com/Iskandar

"Misalnya di lobby, kita bisa tanya sama dia: jalan masuk seperti apa atau toilet di sebelah mana. Nah, itu dia bisa," Winny menjelaskan.

Keunggulan utama Mornine terletak pada integrasi model AI seperti Google AI, DeepMind, ChatGPT, hingga DeepSeek pada level AI L3. Kehadiran teknologi ini membuat Mornine mampu memahami konteks percakapan, mengenali emosi, hingga menguasai lebih dari 10 bahasa--termasuk bahasa Indonesia dan Inggris--secara otomatis.

Guna menunjang navigasi mandiri (autonomous), Mornine dibekali sensor 3D LiDAR, kamera kedalaman 3D, serta radar ultrasonik.

Selain itu, Mornine menjadi robot humanoid pertama di dunia yang telah mengantongi sertifikasi keselamatan internasional seperti CE-MD, EN 18031 (keamanan siber Uni Eropa), CE-RED, dan FCC AS.

 

Robot Anjing Argos

Robot anjing pintar 'Argos' besutan AiMOGA. Liputan6.com/Iskandar

Bila Mornine ditargetkan untuk asisten pelayanan, Argos hadir sebagai human companion atau robot pendamping sehari-hari.

Berbentuk menyerupai anjing sungguhan, Argos dibekali keseimbangan dinamis, sensor pintar, serta kemampuan pergerakan lincah seperti berjalan, duduk, melompat, hingga berjabat tangan.

Menurut Winny, Argos sangat cocok dimanfaatkan untuk pendampingan anak atau anggota keluarga di rumah ketika orang tua sedang bekerja.

"Kalau Argos, dia lebih ke human companion, nemenin kita sehari-hari. Misalnya orang tua sedang kerja dan anak sudah pulang sekolah tapi nggak ada yang jagain, Argos bisa jadi pemantau. Kita bisa lihat anak lagi ngapain, sekaligus bisa jadi teman belajarnya dia," tutur Winny.

Selain sebagai pemantau dan penghibur di rumah, Argos juga dapat diprogram atau dikendalikan operator untuk kebutuhan interaksi publik, pemanduan acara, patroli, hingga pameran otomotif.

 

Daya Tahan Baterai dan Harga

Pembukaan AiMOGA Experience Store di Jakarta. Liputan6.com/Iskandar

Kedua robot diperkuat daya baterai yang dapat diisi ulang (rechargeable). Winny mengungkapkan, untuk mengisi daya Mornine hingga penuh dibutuhkan waktu sekitar 1 jam, yang selanjutnya dapat difungsikan secara aktif selama 2 hingga 3 jam.

Sementara itu, Argos memiliki daya tahan operasional yang sedikit lebih lama, yakni berkisar antara 3 hingga 4 jam dalam sekali pengisian daya.

Masyarakat Indonesia yang tertarik mengadopsi teknologi robotik ini sudah bisa melakukan pemesanan. Robot humanoid Mornine ini diperkirakan bakal dibanderol sekitar Rp 800 jutaan, sedangkan robot anjing Argos di kisaran Rp 50 jutaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya