Kebakaran Kawah Ijen, Bupati Ipuk Tetapkan Tanggap Darurat hingga 17 September 2026

Banyuwangi menetapkan tanggap darurat karhutla Kawah Ijen selama 14 hari. Helikopter water bombing dijadwalkan tiba 6 September.

oleh nofie tessarDiterbitkan 09 September 2026, 19:00 WIB
(Foto: Dok.Pemkab Banyuwangi)

 

 

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran yang melanda kawasan tersebut.

Penetapan status tanggap darurat tertuang dalam Keputusan Bupati Banyuwangi Nomor 100.3.3.2/229/KEP/429.011/2026.

"Kami sudah tetapkan status darurat bencana 14 hari ke depan dan saya sudah tandatangan Surat Pernyataan Tanggap Darurat untuk mempercepat penanganan," kata Ipuk, Sabtu (5/9/2026).

Status tanggap darurat karhutla Kawah Ijen diberlakukan selama 14 hari, terhitung sejak 4 September hingga 17 September 2026. Masa tanggap darurat tersebut dapat diperpanjang menyesuaikan kebutuhan penanganan bencana di lapangan.

Kebakaran pertama kali terdeteksi di kawasan hutan dan perkebunan Pasewaran, Kecamatan Kalipuro, pada Rabu (2/9/2026). Petugas kemudian melakukan penanganan secara bertahap untuk mengendalikan api.

Pada Jumat (4/9/2026), api mulai merembet mendekati kawasan Pondok Bunder yang menjadi bagian dari jalur pendakian menuju Kawah Ijen. Kondisi tersebut membuat akses wisata ke Kawah Ijen ditutup sementara demi keselamatan pengunjung.

Hingga Sabtu, tim gabungan bersama para relawan masih bersiaga di kawasan Kawah Ijen. Mereka terus melakukan pemantauan sekaligus upaya pemadaman di sejumlah titik.

Helikopter Water Bombing Dijadwalkan Tiba

 

(Foto: Dok.Pemkab Banyuwangi)

Untuk memperkuat proses pemadaman, Bupati Ipuk bersama BKSDA Wilayah III Jawa Timur telah mengajukan dukungan helikopter water bombing kepada BPBD Jawa Timur dan Kantor SAR Surabaya.

Pemadaman dari udara diperlukan lantaran karakteristik kawasan yang terbakar menyulitkan penanganan secara manual. Selain memiliki kontur lahan yang curam, area terdampak juga dipenuhi pepohonan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Partana mengatakan, helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur dijadwalkan tiba di kawasan Kawah Ijen pada Minggu (6/9/2026).

"Berdasarkan koordinasi dengan BPBD Jatim, helikopter water boombing akan tiba di Kawah Ijen besok," kata Partana.

Menurut Partana, helikopter tersebut akan diberangkatkan dari Malang dan mendarat terlebih dahulu di Bandara Banyuwangi. Selanjutnya, helikopter menuju kawasan Paltuding Kawah Ijen untuk langsung melakukan pemadaman dari udara.

Di sisi lain, Pemkab Banyuwangi juga telah mendirikan dapur umum di kawasan Kawah Ijen. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan petugas dan relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya