RSUP Adam Malik Beberkan Kondisi Siswi di Karo yang Lupa Ingatan Usai Keracunan

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik Medan membeberkan kondisi terkini siswi di Karo yang kejang dan lupa ingatan usai keracunan.

oleh Reza EfendiDiterbitkan 08 September 2026, 19:21 WIB
Febiona Purba (16) terduduk lemas di kursi roda. Dia menjadi korban keracunan massal yang sampai membuatnya kejang dan loupa ingatan. (Liputan6.com/ Reza Perdana)

Liputan6.com, Karo - Penderitaan yang dialami Febiona Purba (16), siswi SMA Swasta Bersama Kabupaten Karo, akibat kasus keracunan massal hingga kini belum juga usai.

Hampir satu bulan berlalu sejak peristiwa pada Kamis, 13 Agustus 2026 lalu, remaja tersebut belum dapat kembali menduduki meja belajarnya di sekolah. Kondisi kesehatannya dikabarkan kian memprihatinkan setelah berulang kali berpindah fasilitas kesehatan.

Ibu kandung korban, Elvinus Sitanggang, mengungkapkan bahwa kondisi fisik dan mental putrinya terus memburuk meski sudah lima kali berganti rumah sakit. Febiona kini tidak lagi mampu berdiri tegak dan harus dipapah ketika melangkah.

Selain kehilangan kemampuan motoriknya, korban juga mulai menunjukkan gejala gangguan saraf dan psikologis yang mengkhawatirkan pascainsiden keracunan tersebut.

Pada Selasa (8/9/2026) siang, Febiona kembali dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan untuk menjalani pemeriksaan intensif di Poli Neurologi. Langkah ini diambil keluarga setelah korban sempat mengalami kejang-kejang serta kebingungan akibat kehilangan ingatan sementara yang terjadi secara berulang.

Febiona dilaporkan kerap lupa akan identitas dirinya sendiri, teman-teman sekolahnya, hingga anggota keluarga terdekatnya.

Di selasar rumah sakit, Elvinus Sitanggang tidak mampu menyembunyikan kerisauan mendalam atas ketidakpastian yang melingkupi nasib buah hatinya. Kedatangannya ke Poli Neurologi kali ini sekaligus untuk melihat hasil rekam aktivitas listrik otak atau elektroensefalografi (EEG).

Namun, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan jawaban pasti mengenai diagnosa utama maupun penanganan medis yang paling efektif.

"Kondisinya makin memburuk dari hari ke hari. Anak saya tak bisa berdiri tegak dan harus dipapah kalau mau jalan. Selain sempat kejang-kejang, dia juga sering mendadak lupa ingatan, lupa siapa dirinya, temannya, sampai tidak kenal sama keluarganya sendiri," tutur Elvinus Sitanggang di RSUP H. Adam Malik Medan, Selasa siang (8/9/2026).

Elvinus menambahkan bahwa belum ada penanganan khusus berupa obat spesifik yang diberikan kepada Febiona dalam masa rawat jalan ini. Pihak medis meminta dirinya merekam video apabila sewaktu-waktu kejang tersebut kembali kambuh sebagai bahan observasi tim dokter.

Ketidakpastian ini membuat keluarga belum mengambil keputusan untuk menempuh jalur hukum, melainkan berfokus mencari opsi pengobatan alternatif agar Febiona dapat pulih seperti sedia kala.

"Sampai sekarang kami belum mendapat penjelasan menyeluruh terkait penyebab pasti maupun solusi atas kondisi anak saya. Dokter hanya minta saya merekam kalau dia kejang lagi, dan belum diberi obat khusus. Karena serba tidak pasti, saya belum berpikir soal jalur hukum. Fokus saya sekarang mencari pengobatan alternatif dulu supaya anak saya bisa sembuh dan kembali seperti sebelum kena keracunan MBG," lanjut Elvinus.

 

Kata Pihak Rumah Sakit

Sementara itu, pihak RSUP H. Adam Malik Medan membenarkan bahwa Febiona saat ini terdaftar sebagai pasien rawat jalan yang mendapatkan penanganan lintas disiplin ilmu.

Humas RSUP H. Adam Malik Medan, Rosario Dorothy, mengonfirmasi bahwa pasien ditangani oleh tiga poliklinik berbeda, yakni Poli Gastro Anak, Poli Neurologi, dan Poli Psikiatri.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa diagnosa awal mengenai pemicu utama kemunduran kondisi kesehatan Febiona masih berada dalam tahap observasi serta analisis mendalam oleh tim dokter ahli.

Evaluasi dilakukan untuk memetakan apakah gejala kejang dan kehilangan ingatan tersebut murni dampak dari keracunan makanan atau ada faktor pemicu lain, seperti dugaan kekeliruan dalam prosedur penanganan medis terdahulu di rumah sakit sebelumnya.

"Pasien Febiona memang sedang menjalani rawat jalan intensif di RSUP H. Adam Malik Medan dan ditangani oleh tim dokter dari tiga poliklinik sekaligus, yaitu Poli Gastro Anak, Neurologi, dan Psikiatri. Mengenai diagnosa awal dan penyebab pasti kondisinya, tim dokter masih terus melakukan analisis komprehensif. Kami perlu memastikan apakah ini dampak langsung keracunan atau ada indikasi lain, misalnya akibat prosedur penanganan medis terdahulu yang kurang tepat," terang Rosario Dorothy.

Terkait dengan aspek pembiayaan seluruh rangkaian pengobatan, Rosario memastikan bahwa seluruh biaya perawatan Febiona dijangkau melalui mekanisme BPJS Kesehatan yang dimiliki pasien, bukan ditanggung oleh Pemerintah Kota Medan maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Untuk mengoptimalkan perawatan, RSUP H. Adam Malik Medan juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara guna melakukan supervisi menyeluruh terhadap penanganan korban.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya