Liputan6.com, Jakarta - Rutin mengganti oli mesin menjadi salah satu perawatan wajib bagi pemilik motor matic. Namun, sekadar mengganti oli secara berkala belum tentu cukup untuk menjaga kondisi mesin tetap prima.
Ada satu komponen kecil yang kerap luput dari perhatian, yakni oil screen atau saringan oli. Komponen ini berperan menyaring kotoran dan serpihan yang terdapat di dalam sistem pelumasan mesin.
Advertisement
Oil screen merupakan saringan berbentuk jaring yang berfungsi menahan partikel atau kotoran agar tidak ikut bersirkulasi bersama oli menuju bagian-bagian penting di dalam mesin.
Seiring pemakaian motor, sistem pelumasan dapat membawa partikel seperti serpihan hasil keausan komponen, sisa material gasket, maupun kotoran lainnya.
Jika oil screen dipenuhi kotoran dan tidak mendapatkan pemeriksaan dalam waktu lama, aliran oli dapat terganggu. Kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi kinerja sistem pelumasan mesin.
Dikutip dari laman Wahana Honda, Jumat (25/9/2026), pemeriksaan dan pembersihan komponen terkait sistem pelumasan merupakan bagian yang perlu diperhatikan dalam perawatan sepeda motor.
Pengendara juga sebaiknya tidak mengabaikan perubahan karakter mesin. Suara mesin yang menjadi lebih kasar, tarikan terasa berat, atau temperatur mesin meningkat dapat menjadi tanda bahwa motor membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Meski demikian, gejala tersebut tidak otomatis disebabkan oleh oil screen yang kotor. Kondisi oli, sistem pendinginan, komponen mesin, hingga sistem pembakaran juga dapat menjadi penyebab.
Karena itu, pemeriksaan oleh mekanik diperlukan untuk mengetahui sumber masalah secara tepat.
Ketika saringan oli mengalami penumpukan kotoran, aliran pelumas berpotensi terganggu. Jika masalah pelumasan dibiarkan dan menyebabkan suplai oli ke komponen penting tidak mencukupi, sejumlah masalah dapat muncul.
1. Sirkulasi Oli Terganggu
Oli bertugas melumasi berbagai komponen yang bergerak di dalam mesin.
Jika alirannya terganggu, kemampuan oli dalam mengurangi gesekan dan membantu membawa panas dari komponen mesin juga dapat ikut terpengaruh.
2. Temperatur Mesin Dapat Meningkat
Gesekan antarkomponen yang tidak mendapatkan pelumasan secara optimal dapat meningkatkan panas.
Dalam kondisi tertentu, hal ini berpotensi menyebabkan mesin bekerja pada temperatur yang terlalu tinggi.
3. Komponen Mesin Bisa Mengalami Keausan
Pelumasan yang tidak memadai dalam jangka waktu tertentu dapat mempercepat keausan komponen internal.
Jika kerusakan sudah berat, biaya perbaikannya tentu bisa jauh lebih besar dibandingkan biaya perawatan rutin.
Jangan Hanya Minta Ganti Oli
Pemilik motor sebaiknya tidak menjadikan penggantian oli sebagai satu-satunya rutinitas perawatan. Pemeriksaan komponen sistem pelumasan juga perlu dilakukan sesuai prosedur dan jadwal servis motor.
Saat melakukan servis, pemilik dapat menanyakan kepada mekanik apakah oil screen atau saringan oli pada motornya perlu diperiksa dan dibersihkan.
Pembersihan pun sebaiknya dilakukan sesuai prosedur dari pabrikan dan menggunakan metode yang tepat. Tidak semua motor memiliki desain serta prosedur pemeriksaan oil screen yang sama.
Dengan perawatan yang menyeluruh, pemilik motor dapat membantu menjaga sistem pelumasan tetap bekerja optimal dan mendeteksi potensi masalah mesin sejak dini.